<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334</id><updated>2011-07-08T05:10:40.574-07:00</updated><title type='text'>hartoyo ARS</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-1135491607856141821</id><published>2011-05-28T05:53:00.001-07:00</published><updated>2011-05-28T05:53:50.354-07:00</updated><title type='text'>MONUMEN NASIONAL</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;span id="Sejarah"&gt;Sejarah Monas&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Monas mulai dibangun  pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para  arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno.  Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno.  Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.&lt;br /&gt;Sedangkan  wilayah taman hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal dengan nama  Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi  Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi  Taman Monas.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span id="Ukuran"&gt;Ukuran dan Isi Monas&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh  bangunan ini dilapisi oleh marmer.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img alt="Ukuran Monas" border="0" src="http://kumpulan.info/images/stories/travel/monas-ukuran.jpg" title="Ukuran Monas" /&gt;&lt;/center&gt; &lt;div style="display: inline-block; padding: 0pt 10px; width: 500px;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;h3&gt;Lidah  Api&lt;/h3&gt;Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah  api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan  berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api  Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h3&gt;Pelataran  Puncak&lt;/h3&gt;Pelataran puncak luasnya 11x11 m. Untuk mencapai pelataran  puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3  menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran  puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di  kota Jakarta. Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung  Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan Kepulauan Seribu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h3&gt;Pelataran  Bawah&lt;/h3&gt;Pelataran bawah luasnya 45x45 m. Tinggi dari dasar Monas ke  pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini pengunjung dapat melihat  Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h3&gt;Museum  Sejarah Perjuangan Nasional&lt;/h3&gt;Di bagian bawah Monas terdapat sebuah  ruangan yang luas yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum  ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari museum  ini adalah 80x80 m. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama  (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman  kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;Selain itu direncanakan untuk ditampilkan bendera pusaka dan naskah  proklamasi yang asli di dalam bangunan Monas. Di sini juga ditampilkan  rencana pembangunan kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span id="Taman"&gt;Taman Monas&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;img alt="Pijat Refleksi di Monas" border="0" class="logopicr" src="http://kumpulan.info/images/stories/travel/monas-refleksi.jpg" title="Pijat Refleksi di Monas" /&gt;Anda  juga dapat menghilangkan rasa jenuh Anda dengan menikmati &lt;strong&gt;Taman  Monas&lt;/strong&gt;, yaitu sebuah hutan kota yang dirancang dengan taman  yang indah.&lt;br /&gt;Di taman ini Anda dapat bermain bersama kawanan rusa  yang sengaja didatangkan dari Istana Bogor untuk meramaikan taman ini.  Selain itu Anda juga dapat berolahraga di taman ini bersama teman maupun  keluarga.&lt;br /&gt;Taman Monas juga dilengkapi dengan kolam air mancur  menari. Pertunjukan air mancur menari ini sangat menarik untuk ditonton  pada malam hari. Air mancur akan bergerak dengan liukan yang indah  sesuai alunan lagu yang dimainkan. Selain itu ada juga pertunjukkan  laser berwarna-warni pada air mancur ini.&lt;br /&gt;Bagi Anda yang ingin  menjaga kesehatan, selain berolahraga di Taman Monas, Anda pun dapat  melakukan pijat refleksi secara gratis. Di taman ini  disediakan batu-batuan yang cukup tajam untuk Anda pijak sambil dipijat  refleksi. Di taman ini juga disediakan beberapa lapangan futsal dan  basket yang bisa digunakan siapapun.&lt;br /&gt;Jika Anda lelah berjalan  kaki di taman seluas 80 hektar ini, Anda dapat menggunakan kereta  wisata. Taman ini bebas dikunjungi siapa saja dan terbuka secara gratis  untuk umum.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span id="Transportasi"&gt;Wisata Monas&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Untuk  mengunjungi Monas, ada banyak jenis transportasi yang dapat Anda  gunakan. Jika Anda pengguna kereta api, Anda dapat menggunakan KRL  Jabodetabek jenis express yang berhenti di Stasiun Gambir. Anda pun  dapat menggunakan fasilitas transportasi Bus Trans Jakarta. Jika Anda  menggunakan kendaraan pribadi, tersedia lapangan parkir khusus IRTI,  atau Anda dapat memarkir kendaraan Anda di Stasiun Gambir.&lt;br /&gt;Untuk  dapat masuk ke bangunan Monas, Anda dapat melalui pintu masuk di  sekitar patung Pangeran Diponegoro. Lalu Anda akan melalui lorong bawah  tanah untuk masuk ke Monas. Anda pun dapat melalui pintu masuk di  pelataran Monas bagian utara. Jam buka Monas adalah jam 9.00 pagi hingga  jam 16.00 sore.&lt;br /&gt;Monas dapat menjadi salah satu pilihan Anda  untuk berwisata bersama keluarga dan tempat mendidik anak-anak untuk  lebih mengenal sejarah Indonesia. Anda pun dapat menikmati udara segar  dari rindangnya pepohonan di Monas. Dan jangan lupa untuk menjaga  kebersihan Taman Monas agar tetap indah untuk dinikmati siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span id="Kantor"&gt;Kantor Pengelola Monumen Nasional&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;strong&gt;Provinsi  DKI Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Kebon Sirih No.22 Blok H Lt.IX No.53&lt;br /&gt;Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telp: (021) 382 3041&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-1135491607856141821?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/1135491607856141821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/monumen-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/1135491607856141821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/1135491607856141821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/monumen-nasional.html' title='MONUMEN NASIONAL'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-4548584947363531515</id><published>2011-05-28T05:43:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T05:43:18.665-07:00</updated><title type='text'>BABY DAMPER di TAIPE 101</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt; The  Damper Baby &lt;/h3&gt;&lt;div align="justify"&gt;Baru beberapa minggu lalu, kebagian tugas  conference ke negeri yang katanya paling banyak mengalami Taifun  (Taiwan). Kebetulan panitianya bikin paket field trip yang asyik,  mengunjungi fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan urban disaster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  lebih asyik lagi, ke Taipei 101!&lt;br /&gt;Gedung tertinggi di dunia ini (500  m) dilengkapi dengan lift tercepat di dunia (37 det sampai ke tingkat 80  sekian). Memang cepetnya gak kerasa, tau-tau udah sampai di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  atas kelihatan pemandangan kota Taiwan berikut Keelung River-nya. Oya,  Keelung River ini meliputi hampir 50% Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But yang paling  menarik buatku adalah The Damper Baby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damper Baby, adalah  sebutan buat damper yang dipasang di lantai atas Taipei 101. Bentuknya  berupa bola yang tersusun dari lempengan logam. Beratnya kira-kira  100kg. Damper ini berfungsi sebagai penyeimbang Taipei 101 dari terpaan  angin, sehingga orang di dalam gedung tidak merasakan tergoncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang,  Taipei ternyata salah satu kota yang asyik untuk disinggahi.  Orang-orangnya ramah, makanannya enak (paling enggak cocok buat lidah  indonesia), seafoodnya top! Kemana-mana juga gampang karena sistem  transportasi yang memadai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143764991137183698" src="http://4.bp.blogspot.com/_puHOX_PUlgY/R2JTAbDSd9I/AAAAAAAAAcQ/kMum1190X6M/s320/DSC01542.JPG" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Taipei 101&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143765081331496930" src="http://1.bp.blogspot.com/_puHOX_PUlgY/R2JTFrDSd-I/AAAAAAAAAcY/5cwHgPn2Kdw/s320/DSC01549.JPG" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;The Damper Baby&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143765545187964914" src="http://1.bp.blogspot.com/_puHOX_PUlgY/R2JTgrDSd_I/AAAAAAAAAcg/c2Q-VW1sylQ/s320/DSC01546.JPG" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Taiwan from Taipei 101&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-4548584947363531515?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/4548584947363531515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/baby-damper-di-taipe-101.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/4548584947363531515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/4548584947363531515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/baby-damper-di-taipe-101.html' title='BABY DAMPER di TAIPE 101'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_puHOX_PUlgY/R2JTAbDSd9I/AAAAAAAAAcQ/kMum1190X6M/s72-c/DSC01542.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-2686788093757447259</id><published>2011-05-28T05:39:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T05:39:02.383-07:00</updated><title type='text'>Mengintip Kemegahan Burj Dubai</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;small&gt;&lt;/small&gt;&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt;&lt;div&gt;&lt;img alt="burjdalam Mengintip Kemegahan Burj Dubai" border="0" hspace="0" src="http://static.arsipberita.com/images/cached/images/content/2010/01/04/10/burjdalam.jpg" title="Mengintip Kemegahan Burj Dubai" vspace="0" /&gt;&lt;br /&gt;Foto: AFP&lt;/div&gt;Dubai -Menara Burj Dubai resmi dibuka untuk umum. Berbagai  kemewahan dan kemegahan ditawarkan untuk semua pengunjung bangunan  tertinggi di dunia ini. Mulai dari perkantoran, apartemen sampai butik  dan hotel mewah.&lt;br /&gt;Dari situs resminya, Senin (4/1/2010) disebutkan Burj Dubai tinggi menjulang lebih dari 800 meter  dan memiliki lebih dari 160 lantai. Burj Dubai memecahkan sejumlah rekor mulai dari  gedung tertinggi di dunia, jumlah lantai paling banyak, lift terjauh dan  tercepat (64 km/jam), dan menara pandang tertinggi.&lt;br /&gt;Bagi mereka  yang berduit, ada segudang kemewahan yang ditawarkan. Burj Dubai menyediakan 900 apartemen dari lantai  19 sampai 108. Apartemen ini terdiri mulai dari yang mungil bertipe  studio, sampai apartemen satu, dua, tiga dan 4 lantai.&lt;br /&gt;Para  penghuni apartemen akan dimanjakan dengan tempat fitness, kolam renang,  jacuzzi, dan ruang rekreasi yang semuanya mewah. Masih ada lagi  supermarket, ruangan untuk para penikmat tembakau, perpustakaan dan  tentu saja vallet parking untuk 3.000 kendaraan.&lt;br /&gt;Sementara masih  ada lagi klub kesehatan empat lantai yang juga terbuka untuk umum.  Isinya ada gymnasium khusus perempuan, spa, dan kolam renang. Burj Dubai juga punya taman 11 hektar yang indah  dengan 6 tempat air mancur, dua lapangan tenis, dan taman bermain  anak-anak.&lt;br /&gt;Untuk mereka yang singgah untuk berlibur, ada hotel  milik Giorgio Armani. Hotel Armani memiliki 160 kamar di lantai 5 sampai  8, termasuk suite di lantai 38 dan 39. Hotel Armani dilengkapi butik  yang memajang karya sang perancang, restoran mewah, galeri lukisan dan  toko coklat. Selain itu masih ada pula 144 unit apartemen yang didesain  langsung oleh sang perancang. Sangat mewah.&lt;br /&gt;Jika datang untuk  bekerja, Burj Dubai juga memiliki perkantoran yang mewah.  Ada 37 lantai untuk perkantoran mulai dari lantai 123 ke atas.  Perkantoran ini memiliki lift dari lantai dasar langsung menuju lobi  khusus di lantai 123. Perkantoran ini menjanjikan koneksi internet 10  gigabit perdetik, sinyal ponsel tak terputus di lift super cepat dan  petugas keamanan top.&lt;br /&gt;Nah, untuk mereka yang berkantung pas-pasan,  masih ada kesempatan mencicipi kemewahan Burj Dubai. Gedung ini menyediakan ruang pandang  di lantai 124. Ruang pandang ini buka setiap hari dari pukul 10.00  sampai pukul 22.00. Ruang pandang Burj Dubai ini menjanjikan pemandangan ke  seluruh Dubai dan kawasan teluk sejauh  50 mil saat hari cerah. Naik ke ruang pandang ini tidak gratis, namun  info harga tiketnya belum disediakan dalam situs resminya.&lt;br /&gt;(fay/nrl)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-2686788093757447259?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/2686788093757447259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/mengintip-kemegahan-burj-dubai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/2686788093757447259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/2686788093757447259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/mengintip-kemegahan-burj-dubai.html' title='Mengintip Kemegahan Burj Dubai'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-8572461406669492647</id><published>2011-05-28T05:32:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T05:32:50.499-07:00</updated><title type='text'>SPD SMART GLASS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Zl9m-TMRxs8/TeDrFASz4SI/AAAAAAAAAUk/wfI28bE9JzQ/s1600/spd-transmission.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-y9yRS857bHs/TeDrWbPldrI/AAAAAAAAAUo/PtMFdy53SP8/s1600/available_shapes.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title=""&gt;SPD SmartGlass&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Di  daerah kontrol cahaya, ada tiga teknologi utama: Peralatan kristal cair  polimer (PDLC), perangkat partikel tersuspensi (SPD) dan perangkat  Electro kromat (EC). &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Ketiga dapat  digunakan untuk memproduksi kaca pintar, yang digambarkan sebagai sebuah  gelas yang dapat mengubah transmisi cahaya bila tegangan diterapkan. &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Untuk alasan yang diberikan di tempat lain, SPD  adalah teknologi pilihan untuk digunakan dalam jendela kontrol eksternal  atau solar karena keandalannya, harga, kinerja, dan keunggulan  manufaktur dan estetika.&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Transmisi  Data&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;SmartGlass SPD (10.8mm) Kaca  Clear Float Glass Frosted&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Power ON  Power OFF (6mm) (6mm)&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Transmisi Cahaya  Tampak 49% 0,24% 86% 76%&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;UV  Transmisi 0,5% 0,5% 55% 55%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Zl9m-TMRxs8/TeDrFASz4SI/AAAAAAAAAUk/wfI28bE9JzQ/s1600/spd-transmission.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://3.bp.blogspot.com/-Zl9m-TMRxs8/TeDrFASz4SI/AAAAAAAAAUk/wfI28bE9JzQ/s320/spd-transmission.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;spd-transmisi&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;SPD SmartGlass ™ Control Panel Data Suara *&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;SPD SmartGlass Tebal Konfigurasi Rating DB&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;9.2 mm 4 mm / 1.2 / 4 mm 35&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;11.2 mm 5 mm / 1,2 / 5 mm 37&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;13.2  mm 6 mm / 1.2 / 6 mm 39&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;25.2 mm 12 mm  / 1,2 / 12 mm 44&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Tersedia Bentuk  untuk SmartGlass SPD&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Tersedia Bentuk&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;SmartGlass Instalasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-y9yRS857bHs/TeDrWbPldrI/AAAAAAAAAUo/PtMFdy53SP8/s1600/available_shapes.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="http://3.bp.blogspot.com/-y9yRS857bHs/TeDrWbPldrI/AAAAAAAAAUo/PtMFdy53SP8/s320/available_shapes.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Meskipun  relatif lurus ke depan untuk tukang kaca berpengalaman untuk menginstal  panel SmartGlass dan jendela kami merekomendasikan bahwa desain kami  sangat berpengalaman dan tim instalasi digunakan untuk menginstal  persyaratan SmartGlass Anda. &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;tim  instalasi kami akan melakukan perjalanan di mana saja di Dunia untuk  memastikan bahwa Anda, kepuasan pelanggan mencapai 100%.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;glaziers pihak ketiga dan kontraktor listrik  menginstal SmartGlass harus menghubungi perwakilan lokal mereka untuk  menerima salinan dari buku pegangan SmartGlass dan menerima atas saran  tempat.&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Peringatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;* Jangan menggunakan tegangan dc dengan baik SPD atau LC  SmartGlass '. &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Jika Anda menggunakan  tegangan dc, yang SmartGlass tidak akan berfungsi dengan baik dan  tegangan dc dapat polarisasi partikel. &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Awalnya  mereka akan membiarkan cahaya melalui namun secara bertahap partikel  akan bermigrasi ke arah salah satu ujung sel dan cluster atau tumpukan  di atas satu sama lain. &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Hal ini menyebabkan gelap  secara bertahap kaca. &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Satu-satunya cara  untuk menghindari ini gelap tidak diinginkan adalah dengan menggunakan  tegangan ac. &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Dengan tegangan ac,  kecenderungan untuk bermigrasi ke arah kedua ujung sel dinetralkan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;* Hanya menyembuhkan silikon asetat netral non harus  digunakan ketika menginstal SmartGlass. &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Kami  dapat memasok silikon yang diperlukan untuk menjamin keselamatan dan  umur panjang pembelian Anda.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;*  Kami tidak menyarankan menerapkan film cerdas untuk unit kaca yang ada  dan tidak akan memasok untuk tujuan ini. &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Ada  berbagai alasan untuk ini umur panjang, terutama kualitas dan kinerja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-8572461406669492647?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/8572461406669492647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/spd-smart-glass.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/8572461406669492647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/8572461406669492647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/spd-smart-glass.html' title='SPD SMART GLASS'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Zl9m-TMRxs8/TeDrFASz4SI/AAAAAAAAAUk/wfI28bE9JzQ/s72-c/spd-transmission.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-8923496558871426400</id><published>2011-05-28T05:02:00.001-07:00</published><updated>2011-05-28T05:02:20.426-07:00</updated><title type='text'>Pengaruh Budaya India di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="line-height: 200%; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #333333;"&gt;Pengaruh  Budaya India di Indonesia &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #333333;"&gt;– Kebudayaan India tumbuh subur &amp;nbsp;di Indonesia,  namun unsur budaya asli Indonesia masih dominan dalam masyarakat,  misalnya tampak pada hal berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 200%; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Kasta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Sistem kasta lahir dan berkembang di India  seiring dengan munculnya agama Hindu. Namun ketika agama dan kebudayaan  Hindu mulai berkembang di Indonesia sistem kasta tidak berlaku mutlak  seperti keadaan di India. Masyarakat Hindu di Indonesia mengenal sistem  kasta dalam kehidupan keberagamaan, tetapi tidak menerapkannya dalam  kehidupan sehari-harinya. Masyarakat Hindu Indonesia menyesuikansistem&amp;nbsp;  kasta dengan keadaan masyarakatnya. Ciri-ciri seperti itu terdapat pada  masyarakat India tidak terdapat di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Seni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Para ahli sampai sekarang belum dapat  menyimpulkan dan menghubungkan dengan pasti gaya seni bangunan candi di  Indonesia dengan salah satu daerah di India. Bangunan Candi yang  berkembang di tanah air sebenarnya bukanlah kebudayaan asli nenek moyang  Indonesia. Bangunan candi diadaptasi dari kebudayaan India pada masa  Hindu-Buddha. Bangunan candi di India cenderung berfungsi sebagai tempat  pemakaman. Namun, di Indonesia bangunan candi cenderung berfungsi  sebagai tempat pemujaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Diperkirakan para seniman Indonesia hanya  menggunakan berbagai teori dalam kitab Silpasastra (buku petunjuk untuk  membuat arca dan bangunan) untuk membuat suatu bangunan. Jadi, bangsa  Indonesia berusaha hanya mengambil unsur kebudayaan India sebagai  inspirasinya, tetapi tetap bercorak Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Konsep Raja dan Kerajaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 200%; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Sebelum kebudayaan India masuk, Indonesia  belum mengenal konsep raja dan kerajaan. Di Indonesia baru mengenal  konsep kesukuan. Masyarakat masih terpecah-pecah dalam bentuk suku-suku  yang kecil, artinya wilayah yang dikuasai oleh setiap suku masih sangat  terbatas. Dan setiap suku tersebut dipimpin oleh seorang kepala suku  atau primus interpares. Seorang kepala suku dipilih berdasarkan kekuatan  fidik dan kekuatan magis yang dimilikinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;Setelah kebudayaan India masuk, konsep raja  dan kerajaan mulai dikenal. Hal ini dapat ditelusuri dari munculnya  kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Menurut para pakar sejarah, kerajaan  Kutai pada awalnya setingkat suku yang dipimpin oleh kepala suku.  Kepala suku dalam hal ini adalah Kudungga yang diperkirakan masih  merupakan nama asli Indonesia. Kutai mulai tampak menjadi sebuah  kerajaan sejak pemerintahan raja Asmawarman. Jadi kebudayaan India cukup  berperan dalam lahirnya konsep raja dan kerajaan di Indonesia.***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-8923496558871426400?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/8923496558871426400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/pengaruh-budaya-india-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/8923496558871426400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/8923496558871426400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/pengaruh-budaya-india-di-indonesia.html' title='Pengaruh Budaya India di Indonesia'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-7852492622038627953</id><published>2011-05-24T19:33:00.001-07:00</published><updated>2011-05-24T19:33:43.138-07:00</updated><title type='text'>DEMOKRASI INDONESIA VS DEMOKRASI BARAT</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;u&gt;&lt;strong&gt;DEMOKRASI INDONESIA VS DEMOKRASI BARAT&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Pelaku utama demokrasi adalah kita semua,  setiap orang yang selama ini selalu diatasnamakan namun tak pernah ikut  menentukan. Menjaga proses demokratisasi adalah memahami secara benar  hak-hak yang kita miliki, menjaga hak-hak itu agar siapapun  menghormatinya, melawan siapapun yang berusaha melanggar hak-hak itu.  Demokrasi pada dasarnya adalah aturan orang (people rule), dan di dalam  sistem politik yang demokratis warga mempunyai hak, kesempatan dan suara  yang sama di dalam mengatur pemerintahan di dunia publik. Sedang  demokrasi adalah keputusan berdasarkan suara terbanyak.&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Demokrasi di Indonesia&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;pergerakan nasional juga mencita-citakan pembentukan negara demokrasi  yang berwatak anti-feodalisme dan anti-imperialisme, dengan tujuan  membentuk masyarakat sosialis. Landasan demokrasi adalah keadilan, dalam  arti terbukanya peluang kepada semua orang, dan berarti juga otonomi  atau kemandirian dari orang yang bersangkutan untuk mengatur hidupnya,  sesuai dengan apa yang dia ingini. Jadi masalah keadilan menjadi  penting, dalam arti dia mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan  hidupnya, tetapi harus dihormati haknya dan harus diberi peluang dan  kemudahan serta pertolongan untuk mencapai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Demokrasi barat&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;biasanya disebut demokrasi liberal&lt;/strong&gt; (atau &lt;strong&gt;demokrasi konstitusional&lt;/strong&gt;)  adalah sistem politik yang melindungi secara konstitusional hak-hak  individu dari kekuasaan pemerintah. Dalam demokrasi liberal,  keputusan-keputusan mayoritas (dari proses perwakilan atau langsung)  diberlakukan pada sebagian besar bidang-bidang kebijakan pemerintah yang  tunduk pada pembatasan-pembatasan agar keputusan pemerintah tidak  melanggar kemerdekaan dan hak-hak individu seperti tercantum dalam  konstitusi.&lt;br /&gt;Demokrasi liberal pertama kali dikemukakan pada abad pencerahan oleh  penggagas teori kontrak sosial seperti Thomas Hobbes, John Locke, dan  Jean-Jacques Rousseau. Semasa perang dingin, istilah demokrasi liberal  bertolak belakang dengan komunisme ala Republik Rakyat. Pada zaman  sekarang demokrasi konstitusional umumnya dibanding-bandingkan dengan  demokrasi langsung atau demokrasi partisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sistem Politik Demokrasi Liberal&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Di Indonesia demokrasi liberal berlangusng sejak 3 November 1945, yaitu sejak sistem&amp;nbsp;&lt;i&gt;multi-partai&lt;/i&gt; berlaku melalui Maklumat Pemerintah. Sistem&amp;nbsp;&lt;i&gt;multi-partai &lt;/i&gt;ini lebih menampakkan sifat instabilitas politik setelah berlaku sistem parlementer dalam naungan UUD 1945 periode pertama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Demokrasi  liberal dikenal juga sebagai demokrasi parlementer, karena berlangsung  dalam sistem pemerintahan parlementer ketika berlakunya UUD 1945 periode  pertama, Konstitusi RIS, dan UUDS 1950. Dengan demikian demokrasi  liberal secara formal berakhir pada tanggal 5 Juli 1959, sedang secara  material berakhir pada saat gagasan Demokrasi Terpimpin dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ciri-ciri Sistem Politik Liberalisme&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Sistem politik liberalisme memiliki beberapa ciri, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Sangat menekankan kebebasan/kemerdekaan individu. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Sangat  menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia yang utama seperti hak hidup,  hak kemerdekaan, hak mengejar kebahagiaan, dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dalam sistem pemerintahan, terbagi atas beberapa kekuasaan, yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Menganggap  sistem demokrasi sebagai sistem politik yang paling tepat untuk suatu  negara karena hak-hak asasi manusia itu terlindungi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Infra struktur/struktur sosial selalu berusaha untuk mewujudkan tegaknya demokrasi dan tumbangnya sistem kediktatoran. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Adanya homo seksual dan lesbianisme yang disebabkan penekanan kepada kebebasan individu. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Melahirkan&amp;nbsp;&lt;i&gt;sekularisme&lt;/i&gt;,  yaitu paham yang memisahkan antara negara dengan agama. Menurut  pemahaman mereka, agama adalah urusan masyarakat sedangakan negara  adalah urusan pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh turut  campur dalam hal agama. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Menentang ajaran komunisme yang menganut sistem kediktatoran sehingga hak-hak asasi manusia banyak dirampas dan diperkosa. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Melahirkan  kelas ekonomi yang terdiri dari kelas ekonomi kuat dan lemah. Saat ini  sedang diusahakan dalam Sistem politik liberalisme modern untuk  menghilangkan jurang pemisah antara golongan kaya dan golongan miskin. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;10.&amp;nbsp;  Berusaha dengan keras untuk mewujudkan kesejahteraan terhadap seluruh  anggota masyarakat atau seluruh warga negara. Mengingat penderitaan dan  kesengsaraan dapat menyebabkan perbuatan-perbuatan yang bertentang  dengan konstitusi negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;11.&amp;nbsp;  Adanya budaya yang tinggi dengan menjungjung tinggi kreatifitas,  produktifitas, efektifitas, dan inovasitas warga negaranya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;12.&amp;nbsp;  Mengusahakan di dalam negaranya suatu pemilihan umum yang berasas luber  sehingga pergantian pemerintahan berjalan secara normal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;"&gt;13.&amp;nbsp; Menentang sistem politik kediktatoran karena meniadakan Hak Asasi Manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Demokrasi  liberal dipakai untuk menjelaskan sistem politik dan demokrasi barat di  Amerika Serikat, Britania Raya, Kanada. Konstitusi yang dipakai dapat  berupa republik (Amerika Serikat, India, Perancis) atau monarki  konstitusional (Britania Raya, Spanyol). Demokrasi liberal dipakai oleh  negara yang menganut sistem presidensial (Amerika Serikat), sistem  parlementer (sistem Westminster: Britania Raya dan Negara-Negara  Persemakmuran) atau sistem semipresidensial (Perancis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;&lt;em&gt;http://seftiean.wordpress.com/2011/04/10/demokrasi-barat-vs-demokrasi-indonesia/&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;wikipedia&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-7852492622038627953?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/7852492622038627953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/demokrasi-indonesia-vs-demokrasi-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/7852492622038627953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/7852492622038627953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/demokrasi-indonesia-vs-demokrasi-barat.html' title='DEMOKRASI INDONESIA VS DEMOKRASI BARAT'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-1103180196300398091</id><published>2011-05-24T19:15:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T19:15:47.200-07:00</updated><title type='text'>PARTAI POLITIK DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://ansharpolitik02.wordpress.com/2009/01/27/partai-politik-di-indonesia/" rel="bookmark" title="PARTAI POLITIK DI INDONESIA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;PARTAI POLITIK DI INDONESIA&lt;br /&gt;Kata partai politik mungkin sudah sangat akrab di telinga kita  mengingat sebagai konsekuensi dari sebuah Negara demokrasi maka menjadi  keharusan bagi Negara Indonesia untuk memilki institusi-institusi /  lembaga-lembaga politik yang secara prosedural menjadi syarat  pemerintahan yang demokratis. Dari sekian syarat itu yang selalu menjadi  pembicaraan menarik adalah partai politik dan pemilu.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-63"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu institusi politik dalam sistem demokrasi banyak  yang mengatakan bahwa partai poltik adalah tulang punggung dari  demokrasi itu sendiri. Makax kemapanan demokrasi dalam sebuah Negara  secara sederhana dapat kita nilai dari partai politik dalam Negara  tersebut dalam kaian ilmu politik ada banyak ahli yang mendefenisikan  partai politik. Namun kali ini penulis akan menggunakan defenisi dari  Giovanni Sartori. Dalam defeisinya Satrori mengemukakan bahwa partai  politik adalah kelompok politik yang di identifikasi dengan lambang yang  di gunakan dalam pemilu dan mampu menempatkan kandidatnya dalam  pemilihan umum untuk memperebutkan jabatan publik. Dari defenisi yang  telah dikemukakan sebelumnnya dapat kita ketahui bersama bahwa partai  politik sebagai kelompok politik maka partai poltik akan menjalankan  agenda-agenda politik dalam pemilihan umum dan bersaing dengan kelompok  politik lainnya dalam pemilihan umum.&lt;br /&gt;Namun sebagai sebuah kelompok politik partai politik memiliki  fungsi-fungsi politik pula. Dalam literatur politik ada beberapa fungsi  partai politik diantaranya sebagai sarana komunikasi politik,  sosialisasi politik, pendidikan politik, dan rekruitmen politik. Dari  beberapa fungsi yang telah disebutkan sebelumnnya dapat kita ketahui  bersama bahwa partai politik menjadi sebuah intitusi yang penting dalam  sistem politik yang demokratis. Karena secara fundamental partai politik  menjadi penghubung antara masyarakat dan Negara dalam proses  mempengaruhi, menetapkan dan mengawasi sebuah kebijakan melalui  wakil-wakil yang telah di pilih masyarakat melalui pemilihan umum.  Karena melalui wakil-wakilnya tersebut memungkinkan partai politik  mengambil aspirasi masyarakat untuk di rumuskan menjadi sebuah kebjakan  dalam pemerintahan.&lt;br /&gt;Pertanyaan kemudian adalah bagaimana praktek partai politik yang ada  di Indonesia. Seperti kita ketahui bersama sejak nafas reformasi  berhembus d Indonesia partai politik bermunculan di negeri ini.  Setidaknya telah dua kali bangsa ini melaksanakan pemilihan umum. Tapi  dapat di lihat dari praktek politik partai ternyata tidak banyak  berubah. Partai politik tidak maksimal dalam menjalankan fungsinya  bahkan bisa di katakan partai politk mengabaikan fungsi-fungsi tersebut.  Sebagai sarana komunikasi politik partai politik cenderung mengabaikan  aspirasi masyarakat dalam membuat sebuah kebijakan. Sebagai sarana  sosialisasi dan pendidikan politik partai politik justru tidak mendidik  dan mencerdaskan masyarakat. Ini dapat di lihat dari sosialisasi politik  partai yang lebih cenderung menggunakan praktek lama dengan mengadakan  pawai serta mobilisasi massa (show of power) dengan menggunakan artis  dan pagelaran musik sebagai daya tarik sehingga kesan mendidik lewat  visi misi, platform serta agenda program partai semakin jauh.  Selanjutnya sebagai sarana rekruitmen politik masih banyak partai yang  elitis dalam menyeleksi dan merekrut kader sehingga yang terjadi adalah  stagnasi politik dan memperlambat regenerasi politik. Hal tersebut  membuat panggung politik bangsa di isi oleh wajah-wajah lama.&lt;br /&gt;Dari hal yang telah di sebutkan di atas dapat di simpulkan partai  politik masih jauh dari maksimal dalam menjalankan fungsi-fungsinya.  Pragmatisme politik yang di terapkan oleh partai politik di Indonesia  menyebabkan partai politik sering menjadi pemicu konflik di masyarakat  sehingga menyebabkan partai politik kehilangan kepercayaan dari  masyarakat. Tidak berjalannya aggregasi adan artikulasi politik  menjadikan masyarakat apatis terhadapnya. Padahal seperti harapan kita  bersama kehadiran partai politik dapat memberikan pencerahan dalam hal  pendewasaan politik masyarakat sehingga menempatkan masyakat sebagai  subjek politik bukan sebagai objek. Semoga dalam pemilihan umum tahun  ini kita menemukan apa yang di harapkan sehingga pemilu tidak hanya  menjadi pesta politik yang sia-sia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-1103180196300398091?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/1103180196300398091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/partai-politik-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/1103180196300398091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/1103180196300398091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/partai-politik-di-indonesia.html' title='PARTAI POLITIK DI INDONESIA'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-2939132016714914723</id><published>2011-05-24T19:07:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T19:07:16.815-07:00</updated><title type='text'>Dampak Globalisasi</title><content type='html'>&lt;span&gt;  &lt;strong&gt;Dampak Globalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;strong&gt;Globalisasi&lt;/strong&gt; adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan  antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi  satu sama lain yang melintasi batas negara. Globalisasi ekonomi membawa  dampak positif maupun negatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Dampak positif globalisasi antara lain :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor, dengan catatan  produk ekspor Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini  membuka kesempatan bagi pengusaha di Indonesia untuk melahirkan  produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh pasar dunia.&lt;br /&gt;2. Semakin mudah mengakses modal investasi dari luar negeri. Apabila  investasinya bersifat langsung, misalnya dengan pendirian pabrik di  Indonesia maka akan membuka lapangan kerja. Hal ini bisa mengatasi  kelangkaan modal di Indonesia.&lt;br /&gt;3. Semakin mudah memperoleh barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia.&lt;br /&gt;4. Semakin meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan  kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dampak negatif globalisasi bagi kegiatan ekonomi di Indonesia&lt;/strong&gt; terutama bersumber dari ketidaksiapan ekonomi Indonesia dalam persaingan yang semakin bebas. Dampak negatifnya sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor Indonesia karena kalah  bersaing dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas.  Misalnya produk pertanian kita kalah jauh dari Thailand.&lt;br /&gt;2. Membanjirnya produk impor di pasaran Indonesia sehingga mematikan  usaha-usaha di Indonesia. Misalnya, ancaman produk batik Cina yang lebih  murah bagi industri batik di tanah air.&lt;br /&gt;3. Ancaman dari sektor keuangan dunia yang semakin bebas dan menjadi  ajang spekulasi. Investasi yang sudah ditanam di Indonesia bisa dengan  mudah ditarik atau dicabut jika dirasa tidak lagi menguntungkan. Hal ini  bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.&lt;br /&gt;4. Ancaman masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) di Indonesia yang  lebih profesional SDMnya. Lapangan kerja di Indonesia yang sudah sempit  jadi semakin sempit.&lt;br /&gt;Kesimpulannya, globalisasi bisa berdampak positif atau negatif tergantung kesiapan kita mengadapinya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Dampak Globalisasi dalam bidang Ekonomi :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Dampak globalisasi dalam bidang ekonomi, antara lain :&lt;br /&gt;Globalisasi dan liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi  pencapaian standar hidup yang lebih tinggi. Semakin melebarnya  ketimpangan distribusi pendapatan antar negara-negara kaya dengan  negara-negara miskin. Munculnya perusahaan-perusahaan multinasional dan  transnasional. Membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan  monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. Munculnya  lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter  Internasional, WTO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dampak Globalisasi dalam bidang Sosial Budaya :&lt;br /&gt;Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam  masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara  berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan  CD/ VCD atau DVD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dampak Globalisasi dalam bidang Politik&lt;br /&gt;Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses  pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang  mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi.  Timbulnya gelombang demokratisasi ( dambaan akan kebebasan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dampak positif Globalisasi :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;2. Mudah melakukan komunikasi&lt;br /&gt;3. Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )&lt;br /&gt;4. Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran&lt;br /&gt;5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri&lt;br /&gt;6. Mudah memenuhi kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dampak negatif Globalisasi:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Informasi yang tidak tersaring&lt;br /&gt;2. Perilaku konsumtif&lt;br /&gt;3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit&lt;br /&gt;4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk&lt;br /&gt;5. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span&gt; Munculnya globalisasi tentunya membawa dampak bagi kehidupan suatu  negara termasuk Indonesia. Dampak globalisasi tersebut meliputi dampak  positif dan dampak negatif di berbagai bidang kehidupan seperti  kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan  berdampak kepada nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;strong&gt;Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara  terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu  negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis  tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif  tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat. &lt;br /&gt;2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional,  meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan  adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang  menunjang kehidupan nasional bangsa.&lt;br /&gt;3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang  baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa  lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada  akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita  terhadap bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme  dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup  kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi  liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa  akan hilang&lt;br /&gt;2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk  dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald,  Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya  rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya  rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas  diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru  budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dampak Globalisasi terhadap sosial budaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keadaaan keseimbangan dalam masyarakat merupakan keadaan yang  diidam-idamkan oleh setiap masyarakat. Dalam keadaan yang demikian,  individu-individu secara psikologis merasakan adanya suatu ketentraman,  sebab tidak ada pertentangan-pertentangan dalam norma-norma dan  nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Setiap kali terjadi gangguan  keseimbangan, masyarakat dapat menolak unsur-unsur yang akan membawa  perubahan. Penolakan ini disebabkan masyarakat takut terjadi goyahnya  keseimbangan sistem yang berarti dapat muncul ketidaktentraman. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a href="http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1979420-dampak-globalisasi/#ixzz1NKGf0FRs" style="color: #003399;"&gt;http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1979420-dampak-globalisasi/#ixzz1NKGf0FRs&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-2939132016714914723?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/2939132016714914723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/dampak-globalisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/2939132016714914723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/2939132016714914723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2011/05/dampak-globalisasi.html' title='Dampak Globalisasi'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-3008110749062701555</id><published>2010-01-06T09:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T10:01:31.852-08:00</updated><title type='text'>PEMBANGUNAN MENARA EIFFEL</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: 16pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;PEMBANGUNAN MENARA EIFFEL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1256" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-4.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Pembangunan&lt;span style="color: white;"&gt;—–&lt;/span&gt;    :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: 14pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;Tahun 28 Januari 1887 – 30 Maret &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;————————–&lt;/span&gt;1889 (2 tahun, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;2 bulan, 5 hari). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Yang membangun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt; Gustave Alexandre Eiffel.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Arsitek&lt;span style="color: white;"&gt;—————&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt; Charles Leon Stephen Sauvestre.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Biaya &lt;span style="color: white;"&gt;—————–&lt;/span&gt;:  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;7.400.000 Frances.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Bahan bangunan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;- -&lt;/span&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;:&lt;/span&gt; Menara terbuat dari besi tempa.&lt;span id="more-1255"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;    &lt;span style="color: white;"&gt;—————————&lt;/span&gt;Pondasi terbuat dari beton bertulang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Tinggi&lt;span style="color: white;"&gt;—————–&lt;/span&gt;:  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;300,65 m (tanpa antena), 324 m &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;—————————&lt;/span&gt;(dengan antena).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Panggung 1&lt;span style="color: white;"&gt;———&lt;/span&gt; : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;Tinggi 57,63 m, luas permukaan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;————————— &lt;/span&gt; dasar 4.200 m2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Panggung 2&lt;span style="color: white;"&gt;- ——-&lt;/span&gt; : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;Tinggi 115,73 m, luas permukaan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;—————————-&lt;/span&gt;dasar 1.400 m2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Panggung 3&lt;span style="color: white;"&gt; ———&lt;/span&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;Tinggi 276,13 m, luas permukaan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;—————————-&lt;/span&gt;dasar 350 m2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Berat&lt;span style="color: white;"&gt;————— –&lt;/span&gt;  : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;7.000 ton.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Lift (elevator) &lt;span style="color: white;"&gt;——-&lt;/span&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;Pada tahun 1889 dilengkapi dengan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;—————————-&lt;/span&gt;elevator (lift).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Jumlah tangga&lt;span style="color: white;"&gt;—— &lt;/span&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;1710 langkah (step).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;Lokasi&lt;span style="color: white;"&gt;—————–&lt;/span&gt;   :  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;Paris, Perancis.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1268" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-tower-construction-001.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1269" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-tower-construction-007.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1257" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-1.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1258" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-2.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1259" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-3.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1260" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-41.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1261" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-5.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1262" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-6.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1264" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-9.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1266" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-10.jpg" /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1267" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/eiffel-11.jpg" /&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Menara Eiffel tahun 1945&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-1272" height="599" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/menara-11.jpg" width="507" /&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-1273" height="440" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/menara-2.jpg" width="312" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Menara Eiffel tahun 2.000 an&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: 14pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-1275" height="371" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/menara-4.jpg" width="509" /&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-1276" height="382" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/08/menara-5.jpg" width="510" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-3008110749062701555?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/3008110749062701555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/pembangunan-menara-eiffel-pembangunan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/3008110749062701555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/3008110749062701555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/pembangunan-menara-eiffel-pembangunan.html' title='PEMBANGUNAN MENARA EIFFEL'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-7851130663066505123</id><published>2010-01-06T09:25:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T09:25:56.579-08:00</updated><title type='text'>Syarat-syarat struktur Bangunan gedung Beton bertulang lantai banyak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu gedung yang berdiri tegak pasti memiliki sistim struktur tertentu, entah itu sistim rangka (Frame), Sistim corewall/shearwall, atau sistim ganda yang merupakan gabungan dari sistim rangka dan core/shear wall. Sistim-sistim tersebut tentunya dibuat dengan tujuan mampu memikul beban-beban yang akan diterima bangunan, baik itu beban mati, beban hidup atau beban lateral (angin dan gempa). Nah untuk menentukan apakah sistim tersebut aman-yang berarti gedung tersebut juga aman- diperlukan beberapa kriteria yang harus dipenuhi, yaitu Kekakuan, Kekuatan, dan kestabilan sistim. apa saja syarat-syaratnya? Akan saya bahas pada postingan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syarat pertama adalah kekakuan&lt;/span&gt;. Suatu struktur harus memiliki kekakuan yang cukup sehingga pergerakkannya dapat dibatasi. Kekakuan struktur dapat diukur dari besarnya simpangan antar lantai (drift) bangunan, semakin kecil simpangan struktur maka bangunan tersebut akan semakin kaku (Smith dan Coull, 1991). Ada perbedaan antara displacement dan drift, displacement adalah simpangan suatu lantai di ukur dari dasar lantai sedangkan drift adalah simpangan suatu lantai di ukur dari dasar lantai di bawahnya. Kekakuan bahan itu sendiri dipengaruhi oleh modulus elastisitas bahan dan ukuran elemen tersebut. Dan modulus elastisitas berbanding lurus dengan kekuatan bahan, maka semakin kuat bahan maka bahan tersebut juga semakin kaku. Namun bahan yang terlalu kaku bisa menjadi getas (patah seketika). Bagaimana cara menghitung drift? Saya rasa setiap universitas pasti mengajarkan hal ini dan banyak buku yang membahas hal ini seperti Alan Williams, ph.d.,S.E.,C.Eng. dalam bukunya yang berjudul Structural Analysis,in theory and practise memberi contoh bagaimana cara menghitung displacement suatu rangka kaku sederhana (rigid frames).&lt;span lang="IN"&gt; SNI 1726 pasal 8.1.2 mensyaratkan simpangan antar tingkat yang terjadi tidak boleh melampaui 0,03/R &lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:26.25pt;" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\user\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kali tinggi tingkat yang bersangkutan namun atau 30 mm, bergantung mana y&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ang lebih kecil, untuk memenuhi kinerja batas layan struktur gedung (Δs). SNI 1726 &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;menetapkan ini untuk membatasi terjadinya pelelehan baja dan peretakan beton yang berlebihan, di samping untuk mencegah kerusakan non struktural dan ketidaknyamanan penghuni. Selain kinerja batas layan, SNI 1726 juga menetapkan kinerja batas ultimit (Δm) pada pasal 8.2.1, dimana simpangan antar tingkat tidak boleh melamp&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;uai 0,02 kali tinggi la&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ntai yang bersangkutan dan Δm = &lt;/span&gt;(zeta)&lt;span lang="IN"&gt; x R x Δs. Hal ini diperlukan untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;membatasi kemungkinan terjadinya keruntuhan struktur yang akan membawa korban jiwa manusia (Purwono et al, 77).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373463626142876866" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHnV-m3jI2Q/SpJgsrm6hMI/AAAAAAAAAPc/cuCQ0Tfl-Ws/s320/displacement.JPG" style="display: block; height: 265px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syarat yang kedua adalah kekuatan&lt;/span&gt;. Syarat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; kekuatan ini mencakup seluruh elemen struktur, baik pelat, kolom, balok, dan shearwall. Cara mengeceknya pun sesuai dengan perilaku elemen-elemen tersebut. Misalnya kolom, cari terlebih dahulu diagram interaksi dan tentukan dimana titik Pu,Mu maksimum pada diagram interaksi tersebut, jika titik tersebut berada di luar dan di bawah keadaan balance, maka terjadi kegagalan tarik. Jika berada di luar sebelah atas keadaan balance maka terjadi kegagalan tekan. Sedangkan pada balok dan pelat, di cek dengan mengukur kemampuan balok dengan ukuran dan tulangan terpasang kemudian bandingkan dengan momen yang terjadi. Bila momen kapasitas balok di atas momen yang terjadi di lapangan, baik itu tekan maupun tarik, maka balok dan pelat tersebut aman. Sedangkan pada shearwall, ada beberapa pakar yang mengasumsikan shearwall sebagai kolom pendek karena itu pengecekannya pun sama dengan kolom, yaitu dengan mencari diagram interaksi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373466650374074690" src="http://3.bp.blogspot.com/_pHnV-m3jI2Q/SpJjctv0cUI/AAAAAAAAAPk/KK5vbU2D1A4/s320/kekuatan+kolom.JPG" style="display: block; height: 280px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;Pemeriksaan Kekuatan Kolom&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373467732613224802" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHnV-m3jI2Q/SpJkbtZvWWI/AAAAAAAAAPs/GBo-WXDC6Hw/s320/kekuatan+balok.JPG" style="display: block; height: 227px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;Pemeriksaan Kekuatan Balok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syarat yang ketiga adalah kestabilan&lt;/span&gt;. Konsep pemeriksaan kestabilan ini dikemukakan oleh Mac Gregor dalam bukunya yang berjudul Reinforced Concrete, Mecjanics and Design pada tahun 1997. Dalam bukunya tersebut beliau mengemukakan konsep kestabilan struktur seperti sebuah bola yang berada pada suatu tempat dengan keadaan tertentu. &lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373469530822789330" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHnV-m3jI2Q/SpJmEYQTyNI/AAAAAAAAAP0/cRByLyxB9Dk/s320/ketabilan.JPG" style="display: block; height: 288px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar pertama di atas, keadaan a menunjukkan keadaan yang stabil, yang berarti bahwa walaupun bola dapat bergerak namun tetap dapat kembali pada keadaan semula. Sedangkan keadaan b menunjukkan keadaan yang kurang stabil karena ketika bola tersebut bergerak ,belum tentu bola tersebut akan kembali pada keadaan semula, sedangkan keadaan c menunjukkan keadaan yang tidak stabil, dimana bila sedikit saja bola terkena gaya dan bergerak maka bola tersebut akan langsung jatuh. Konsep ini dapat diterapkan pada kolom atau shearwall yang merupakan struktur utama penopang gedung. Kolom atau shearwall tersebut dapat mengalami tekuk atau buckling, keadaannya pun berbeda-beda, namun jika kolom atau shearwall tersebut dapat kembali pada keadaan semula maka kolom atau shearwall tersebut dapat dikatakan stabil. Lalu bagaimana suatu kolom atau shearwall dapat kembali pada keadaan semula setelah mengalami tekuk? Hal ini juga telah di jabarkan oleh MacGregor dalam buku yang sama, bahwa kolom beton bertulang mempunyai daya untuk menahan gaya (tekan) yang menyebabkan tekuk, berbeda dengan kekuatan, karena gaya yang menyebabkan tekuk bergantung pada panjang kolom bukan hanya ukuran kolom. Sehingga faktor yang mempengaruhi daya kestabilan itu adalah EI (modulus elastisitas dan momen inersia) dan h (panjang kolom), dan rumusnya adalah:&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373472499981597282" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHnV-m3jI2Q/SpJoxNO7umI/AAAAAAAAAP8/ZRctf1ApqzE/s320/rumus+kestabilan.JPG" style="display: block; height: 53px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 102px;" /&gt;&lt;br /&gt;Jika Pu maksimum yang terjadi pada kolom kuran dari Pc kolom tersebut maka dapat dikatakan bahwa kolom tersebut stabil dan sebaliknya jika Pu maksimum melebihi Pc kolom tersebut maka kolom tersebut dapat dikatakan kurang stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-7851130663066505123?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/7851130663066505123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/syarat-syarat-struktur-bangunan-gedung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/7851130663066505123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/7851130663066505123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/syarat-syarat-struktur-bangunan-gedung.html' title='Syarat-syarat struktur Bangunan gedung Beton bertulang lantai banyak'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHnV-m3jI2Q/SpJgsrm6hMI/AAAAAAAAAPc/cuCQ0Tfl-Ws/s72-c/displacement.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-942791648490495756</id><published>2010-01-06T09:14:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T09:14:09.372-08:00</updated><title type='text'>Bangunan di daerah kutub</title><content type='html'>&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;         &lt;!-- AddThis Button END --&gt;                                        &lt;img class="imageberita" id="ctl00_ContentPlaceHolder2_GridView1_ctl02_Image1" src="http://www.berani.co.id/Artikel/lapsus13101.jpg" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204);" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="title" id="ctl00_ContentPlaceHolder2_GridView1_ctl02_lblTitle"&gt;Rumah Iglo Eskimo:  Kuat dan Tak Mudah Meleleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder2_GridView1_ctl02_lblCity" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder2_GridView1_ctl02_lblDescription"&gt;Iglo adalah tempat berlindung bangsa Eskimo dari cuaca buruk serta gangguan binatang buas. Bila dilihat, bentuk iglo memang tak seperti rumah pada umumnya. Rumah itu berbentuk seperti kubah besar dengan sebuah lorong sempit sebagai pintu masuknya. Meski bentuk rumah ini terlihat sederhana, strukturnya sangat kuat. &lt;br /&gt;Bangsa Eskimo membangun iglo pada musim dingin. Mereka memakai bongkahan es yang dibentuk kotak-kotak seperti batu bata. Untuk menyusun bongkahan es menjadi iglo, bangsa Eskimo membuat lubang terlebih dahulu. Bentuk lubang melingkar dan berfungsi sebagai fondasi atau dasar bangunan. Setelah itu, bongkahan es berbentuk kotak itu diletakkan di dalamnya serta disusun searah jarum jam hingga membentuk kubah besar. Kabarnya, bila iglo dibangun dengan benar, bagian atapnya bisa menopang tubuh satu orang dewasa, lho. Itu membuktikan betapa kuatnya struktur bangunan ini. &lt;br /&gt;Nah, meski terbuat dari bongkahan es, suhu di dalam iglo cukup hangat. Suhu di dalam rumah tak terpengaruh suhu di luar rumah. Jika diukur, suhu di dalam iglo bekisar antara minus 7 hingga 16 derajat celsius. Sedangkan, suhu di luar rumah terutama ketika musim dingin bisa mencapai minus 45 derajat celsius. Karena itu, bangsa eskimo merasa nyaman tinggal di dalam iglo. Biasanya, untuk menambah kehangatan, lapisan dalam iglo sering dilapisi dengan kulit binatang. Kulit tersebut bisa menghangatkan ruangan hingga 2—20 derajat. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jenis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan besar dan kegunaannya, iglo dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: &lt;br /&gt;1.Iglo berukuran kecil Iglo ini dibangun untuk tempat berlindung sementara. Biasanya, iglo ini dibuat oleh para pemburu ketika melakukan pekerjaannya di padang es yang luas. &lt;br /&gt;2.Iglo berukuran sedang Iglo ini dibangun untuk tempat tinggal semipermanen bangsa eskimo. Di dalamnya hanya terdapat satu ruangan yang bisa dihuni 2 keluarga sekaligus. Iglo berukuran sedang pada umumnya dibuat oleh suku Inuit. Di suatu daerah bila terdapat beberapa iglo berukuran sedang di suatu daerah, ada kemungkinan itu adalah desa suku Inuit.&lt;br /&gt;3.Iglo berukuran besar Pada umumnya, iglo berukuran besar mempunyai 5 ruangan yang dapat menampung lebih dari 20 orang. Iglo tipe besar bisa juga merupakan gabungan beberapa iglo berukuran kecil yang masing-masing dihubungkan dengan terowongan. Iglo semacam ini biasanya hanya memiliki satu pintu sebagai pintu utama. Bagi suku bangsa eskimo, iglo berukuran besar dipakai untuk tempat berkumpul atau tempat pesta tradisional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-942791648490495756?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/942791648490495756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/bangunan-di-daerah-kutub.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/942791648490495756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/942791648490495756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/bangunan-di-daerah-kutub.html' title='Bangunan di daerah kutub'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-2502502604267421669</id><published>2010-01-06T09:10:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T09:10:38.870-08:00</updated><title type='text'>Bangunan Daerah Gurun Pasir</title><content type='html'>&lt;h1 class="post-title"&gt;Arsitektur Lumpur&lt;/h1&gt;&lt;em&gt;Arsitektur lumpur? Ya! Tapi jangan tergesa-gesa meremehkan arsitektur ini, sekalipun bahannya dari lumpur. Benar-benar karya monumental perpaduan antara sains dan seni yang sangat memukau. Dan teknologi ini masih tetap bertahan sejak ratusan tahun lalu sampai hari ini.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bila kebetulan Anda ke Afghanistan, siapa tahu Anda beruntung dapat melihat bangunan yang mungkin paling surrealis dan indah yang pernah Anda lihat. Di sana, di daerah sekitar tanah yang tandus, menjulang bangunan-bangunan yang disebut ziarat, serupa Masjid. Ukurannya besar, dibuat dari lumpur.&lt;br /&gt;Gurun-gurun maha luas yang merentang dari India sampai Afrika Barat penuh dengan bangunan-bangunan yang menawan seperti ini. Seperti nenek-moyang mereka beribu-ribu tahun yang lampau, penghuni gurun-gurun ini tinggal dalam rumah-rumah yang sangat efisien yang dibuat dari lumpur. Lumpur merupakan salah satu jenis bahan yang paling murah, yang persediaannya berlimpah-limpah.&lt;br /&gt;Penghuni gurun sudah lama tahu, lumpur bahan yang paling ideal bagi mereka. Lumpur menyerap panas di siang hari, dan pada malam hari melepaskannya perlahan-lahan. Dengan sedikit kreativitas, lumpur juga dapat dibuat menjadi kolom-kolom penyangga, diukur menjadi relief-relief yang indah, dan dibentuk menjadi dinding raksasa dan menara-menara tinggi. Di India, Pakistan, Afghanistan, Iran, Niger, Mali, Mauritania, Senegel dan Marocco, di bawah teriknya matahari gurun, Anda akan banyak menemukannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penangkap Angin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di Pakistan misalnya, Anda dapat melihat “penangkap-penangkap angin” dari lumpur yang menjulang ke angkasa-angkasa seperti teropong kapal selam. &lt;span id="more-167"&gt;&lt;/span&gt;Alat-alat ini dipasang di atas atap-atap rumah untuk menangkap angin dan mengarahkannya ke ruangan rumah di bawah untuk mendinginkannya.&lt;br /&gt;Di Iran, ada menara-menara merpati dari lumpur yang tinggi dan lebarnya mencapai 9 meter. Inilah tempat beribu-ribu burung merpati disimpan. Untuk apa? Tinjanya diperlukan sebagai pupuk untuk kebun buah-buahan di daerah sekitar. Menara-menara ini ada yang sedemikian rupa dibentuk sehingga bila terlalu penuh terisi merpati, menara ini dapat dipecahkan sebagaimana layaknya kita memecahkan celengan Semar yang terbat dari tanah liat.&lt;br /&gt;Ada pula masjid-masjid lumpur yang tingginya lebih dari 30 meter dan dimahkotai dengan telur burung-burung unta. Dinding-dindingnya berupa lumpur yang dihiasi dengan ukiran-ukiran indah yang sangat halus dan rumit. Begitupun, jalan-jalan beratap yang gunanya melindungi orang dari sengatan Matahari dan angin.&lt;br /&gt;Di Oualata, Mauritania, dinding-dinding rumah dihiasi dengan lukisan-lukisan lumpur berwarna putih. Kadang-kadang bentuknya menyerupai manusia, tapi lebih sering melingkar-lingkar tiada putus yang seakan-akan memancarkan energi. Dan hampir setiap pintu, jendela, dan tangga di desa ini diberi cat putih.&lt;br /&gt;Asal-usul desain-desain ini tak ada yang tahu. Tapi ia telah menghiasi dinding-dinding di Oualata berabad-abad lamanya. Beberapa ahli berpendapat, mungkin pedagang-pedagang Irak dan Maroko yang memperkenalkan motif-motif ini ratusan tahun yang lalu. Tapi dari mana pun asal-usul desain ini, dari tahun ke tahun para wanita di desa ini selalu memperbaikinya kembali sehabis setiap musim hujan. Biasa, lukisan lumpurnya rontok!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bola Lampu Tuhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rumah-rumah lumpur di Maadid, selatan Maroko, hampir semuanya serupa. Rumah-rumah ini dibangun rapat berdampingan dan bertolak belakang satu sama lainnya sebagai pelindung dari terik Matahari dan angin keras. Atap-atap rumah ini menjembatani gang-gang sempit di sekitarnya, sehingga membentuk semacam terowongan yang gelap, dingin, dengan penerangan dari lubang-lubang cahaya. Mereka menyebutnya “&lt;em&gt;Bola Lampu Tuhan&lt;/em&gt;”. Walaupun rumah-rumah ini dibangun di atas tanah, Maadid nyaris mirip perumahan gua. Tetapi gaya bangunan seperti inilah yang hampir sempurna melindungi penghuninya dari keadaan cuaca yang sangat keras.&lt;br /&gt;Di dalam rumah ini, di tingkat bawah, terdapat ruang tamu kecil, ruang duduk dan sebuah gudang. Tangga yang melingkar ke atas melewati kamar mandi/WC. Sementara di tingkat atas terdapat dua kamar berhadapan yang dibatasi dua teras tertutup. Desain yang sederhana ini luar biasa. Di tingkat bawah tak ada jendela sehingga menjamin “kebebasan “ penghuni dan mencegah masuknya terik sinar Matahari. Jendela loteng kecil di atas ruang duduk mengeluarkan udara panas dan menarik masuk angin sejuk dari pintu yang menghadapat ke jalan. WC yang bersih berventilasi baik mempunyai saluran berisi jerami yang dengan mudah dapat dibersihkan dari jalanan di luar.&lt;br /&gt;Melihat rumah yang menawan dan efisien seperti ini mungkin kita akan bertanya-tanya: kenapa struktur-struktur beton dan baja orang Barat dianggap lebih unggul dari bangunan lumpur di gurun ini? Lumpur membuat bangunan-bangunan yang “ramah”, hangat, lembut, manusiawi dan selaras sempurna dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="masjid di mali" height="200" src="http://www.sacredsites.com/africa/mali/images/mosque-of-djenne-500.jpg" style="height: 200px; width: 200px;" title="masjid di mali" width="200" /&gt;Rumah-rumah di Maadid dan bangunan lumpur lainnya bukanlah hanya suatu keanehan, sisa dari suatu kebudayaan, atau seni yang mulai menghilang. Tetapi bagi berjuta-juta manusia di seluruh dunia, lumpur mungkin merupakan pemecahan yang paling ideal untuk mengatasi langkanya sumber daya dan cuaca yang keras. Ia adalah bahan bangunan yang sangat berguna untuk saat ini dan di masa depan, seperti yang telah dibuktikan selama ratusan tahun. Masjid besar di Djenne, Mali, adalah bukti betapa lumpur yang sehari-hari kita abaikan itu dapat dibuat menjadi bangunan raksasa yang sangat monumental dan indah memukau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-2502502604267421669?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/2502502604267421669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/bangunan-daerah-gurun-pasir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/2502502604267421669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/2502502604267421669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/bangunan-daerah-gurun-pasir.html' title='Bangunan Daerah Gurun Pasir'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-6258792679853185839</id><published>2010-01-06T08:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T08:59:01.842-08:00</updated><title type='text'>Bangunan Iklim Tropis</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span class="topic_title"&gt;Arsitektur Beriklim BIO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="topic_cat"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="topic_cat"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="topic_date"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="" border="1" height="198" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO.JPG" vspace="4" width="240" /&gt;Beberapa arsitek dunia percaya bahwa bangunan yang responsif terhadap iklim adalah bangunan yang berhasil. Hal ini terdapat di rumah tinggal Riadi Rizal Basjrah yang benar-benar dinikmati oleh anggota keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" alt="" border="1" height="200" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO1.JPG" vspace="4" width="157" /&gt;Julukan arsitektur beriklim bio telah populer pada tahun 50'an dan mengingatkan kita pada proyek-proyek dari Frank Lloyd Wright. Biasanya arsitektur yang menganut prinsip demikian ditandai pemakaian banyak materi kayu, teras-teras atau balkon yang memberikan bayangan pada bangunan. Di samping itu bangunan ini banyak memiliki unsur penyejuk melalui pengudaraan alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riadi Rizal Basjrah seorang insinyur pertanian alumni IPB, termasuk orang yang kreatif dan memiliki minat yang besar terhadap dunia arsitektur. Kecintaannya terhadap keindahan bangunan serta aspek-aspek fungsional yang mengikutinya, diimplementasikannya pada bangunan rumahnya. Hal ini dipelajarinya secara otodidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="" border="1" height="200" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO2.JPG" vspace="4" width="131" /&gt;Pada akhirnya, ia mencapai apa yang selama ini diidam-idamkannya yaitu mampu mengembangkan ide dan mewujudkan desainnya secara konseptual. Hasilnya adalah sebuah hunian yang secara khusus mendapat perhatian maksimal dalam proses pembangunannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" alt="" border="1" height="210" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO3.JPG" vspace="4" width="180" /&gt;Program ruang-ruang, fungsi setiap ruang dan pemakaian bahan bangunan yang tepat mampu beradaptasi terhadap iklim tropis. Karya ini merupakan representasi karya arsitektur yang berarsitektur dan beriklim bio di negara tropis seperti Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep bangunan rumah ini bisa digolongkan cukup baik secara ekologis dan harmonis terhadap lingkungannya sehingga mampu mengurangi biaya konsumsi energi yang sekaligus memberi keuntungan pada pemiliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah uji coba dilakukan oleh Riadi Rizal Basjrah dan tim perancang dengan mengkaji potensi bangunan, iklim dan lingkungan tempat bangunan ini berada, serta pengolahan bahan dari alam untuk ditingkatkan kegunaannya. Hal tersebut terlihat pada teknik inovatif pembentuk setiap unsur pendukung bangunan seperti daun pintu yang dilapisi oleh kayu kelapa anyaman dekoratif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="" border="1" height="210" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO4.JPG" vspace="4" width="163" /&gt;Ukuran daun pintu lebih besar dari ukuran standar yang dimaksudkan untuk keleluasaan bagi penghuni bangunan. Hal lain yang menarik dari rumah ini adalah komposisi letak ruang yang tampil manis dan harmoni sesuai dengan karakter pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" alt="" border="1" height="210" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO5.JPG" vspace="4" width="151" /&gt;Oleh Riadi, sedapat mungkin semua ruangan digunakan secara efektif, mulai dari ruangan duduk tamu, ruangan keluarga, kamar-kamar tidur, ruangan musik, ruangan bermain anak, teras, ruangan makan, dapur bersih, dapur kotor, halaman rumah, ruang bawah tangga bahkan garasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kita melihat ukuran ruangan tamu cukup mungil dan efisien dengan diisi hanya dengan satu sofa dan satu meja kopi. Ruangan tamu ini memiliki "wewenang" ruang karena berada pada level yang lebih rendah dari ruangan lain di dalam rumah. Pemisahan ruang ini dengan ruang lainnya menggunakan undakan 5 anak tangga yang menuju ruangan duduk keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan duduk merupakan yang paling lapang karena keinginan Riadi untuk memberikan tempat yang cukup untuk menampung seluruh keluarga besar bila berkumpul. Sisi kiri ruangan memiliki bukaan berupa pintu-pintu dan jendela yang mengarah ke halaman belakang. Bukaan tersebut saling menyilang dengan bukaan yang dikondiskan pada ruangan musik di depan ruangan duduk keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="" border="1" height="152" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO6.JPG" vspace="4" width="230" /&gt;Pada awalnya, ruangan musik ini merupakan teras yang menghubungkan balkon di depan rumah dan halaman belakang. Dengan alasan tertentu teras ini diubah menjadi ruangan musik semiterbuka yang sangat nyaman. Satu bagian bidang dindingnya dilapisi kaca cermin, sehingga refleksinya tampak ke seluruh ruangan utama di dalam rumah yang memberi efek lebih lega pada ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" alt="" border="1" height="210" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO7.JPG" vspace="4" width="160" /&gt;Antara ruangan musik dan ruangan duduk keluarga dipisahkan oleh dinding pembatas solid ditengah ruang. Dinding ini sekaligus dipakai sebagai latar belakang televisi. Kedua sisi yang tidak dibatasi dinding, dipasang partisi berupa pintu sorong yang dilapisi bilah-bilah kayu yang dikombinasikan dengan kaca cermin. Maka, ketika pintu sorong ini ditarik keluar, terciptalah dinding partisi yang cantik dan bergaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan makan yang terletak di samping ruangan duduk keluarga juga tidak luput dari perhatian tim perancang. Ruangan ini menyatu dengan ruangan keluarga dan terhubung pula dengan ruangan duduk tamu dengan undakan. Ketika ada acara berkumpul bersama, pemilik rumah dapat menyediakan ruangan yang memadai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="" border="1" height="210" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO8.JPG" vspace="4" width="150" /&gt;Disamping itu ruangan-ruangan lain di dalam rumah tampil harmonis satu sama lain serta fungsional. Memang Riadi ingin agar setiap penghuni dapat memakai ruang-ruang yang sudah diciptakan tersebut. Setiap jalur antarruang dibuat sirkulasi sehingga hampir semua ruang terhubung langsung sesuai dengan irama aktivitas penghuni sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" alt="" border="1" height="220" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO9.JPG" vspace="4" width="154" /&gt;Inilah yang disebut rumah beriklim bio, yang dibangun Riadi sebuah rumah tinggal yang sehat, nyaman, aman dan indah untuk keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keterangan Gambar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gb.1&lt;/span&gt; Desain bangunan yang cukup kental unsur tropisnya. Pengaturan rumah tanpa pagar, mampu memperlihatkan ciri-ciri ketimuran seperti bentuk atap, gubahan dinding, bukaan dan level bangunan yang ditinggikan, semuanya merupakan sistem beradaptasi terhadap iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gb.2&lt;/span&gt;  Tangga menuju pintu masuk utama. Teras pintu masuk hanya berbentuk persegi dinaungi kanopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gb.3&lt;/span&gt;  Ruangan makan yang terlihat dari halaman belakang. Teknik penempatan cahaya buatan dan furnitur pelengkapnya terlihat serasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img align="left" alt="" border="1" height="220" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO10.JPG" vspace="4" width="186" /&gt;Gb.4&lt;/span&gt; Bekas teras yang dijadikan ruangan musik. Sistem ventilasi silang ini sangat menguntungkan untuk memberikan keleluasaan udara bergerak keluar masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gb.5&lt;/span&gt;  Detail bukaan ke arah halaman belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gb.6&lt;/span&gt;  Ruangan duduk di lantai atas yang dilengkapi kursi lengan dan meja sisi bergaya etnik dan antik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img align="right" alt="" border="1" height="178" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO11.JPG" vspace="4" width="250" /&gt;Gb.7&lt;/span&gt;  Hubungan ruangan makan dengan ruangan lain seperti ruangan duduk tamu yang berada lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gb.8&lt;/span&gt;  Dinding-dinding pembatas panel kayu tampil berupa pintu geser/sorong atau balok-balok vertikal pada tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gb.9&lt;/span&gt;  Bagian dari konstruksi tangga, kombinasi bahan kayu dan besi tempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img align="left" alt="" border="1" height="200" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO12.JPG" vspace="4" width="130" /&gt;Gb.10&lt;/span&gt; Bidang dinding di ruangan duduk difungsikan untuk lemari penyimpan yang dilapis anyaman kayu kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gb.11&lt;/span&gt; Undakan dari ruangan duduk tamu menuju ruangan duduk keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img align="right" alt="" border="1" height="200" hspace="5" src="http://cybertech.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberwoman/Home%20And%20Living/Juni07/BIO13.JPG" vspace="4" width="129" /&gt;Gb.12&lt;/span&gt; Ruangan duduk keluarga yang menampakkan dinding pembatas. Kedua sisinya dibuat pintu geser berupa panel bilah-bilah kayu vertikal yang membuka ke arah ruangan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gb.13&lt;/span&gt; Bukaan ke halaman belakang bangunan dari sisi ruangan makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gb.14&lt;/span&gt; Ruangan tamu yang mungil dibatasi oleh dinding yang berbatasan dengan ruangan makan dan jalur servis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-6258792679853185839?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/6258792679853185839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/bangunan-iklim-tropis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/6258792679853185839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/6258792679853185839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/bangunan-iklim-tropis.html' title='Bangunan Iklim Tropis'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-8039369639375043443</id><published>2010-01-04T22:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T22:11:49.460-08:00</updated><title type='text'>Tumpang Sari atau Konstruksi Berunjung dan uleng pada Konstruksi Atap Rumah JOGLO</title><content type='html'>&lt;span class="content"&gt;Bagian konstruksi inti dan ciri khas rangka atap pada bangunan rumah tradisional Joglo adalah terletak pada susunan &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4"&gt;struktur&lt;/span&gt; rangka atap “brunjung” (bentuk piramida terbalik, yaitu makin ke atas makin melebar dan terletak di atas ke-empat tiang “soko guru” disusun bertingkat sampai dengan posisi “dudur dan iga-iga”) dan susunan rangka “uleng” (susunan rangka atap berbentuk piramida &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD5"&gt;yang&lt;/span&gt; disusun diatas ke-empat tiang “soko guru” ke arah bagian dalam). Kedua struktur ini kita kenal dengan nama “Tumpang sari bagian dalam dan bagian luar. Kedua struktur rangka ini merupakan ciri khas yang hanya dimiliki oleh bangunan tradisional bentuk Joglo. Jumlah susunan dan jenis ornament yang dibuat ialah berdasarkan dari keinginan sang pemilik &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7"&gt;rumah&lt;/span&gt;. Hal tersebut mempunyai arti dan makna tertentu yang berhubungan dengan kehidupan manusia di bumi ini. Pemasangan keseluruhan balok kayu rangka ini dengan menggunakan sistim “cathokan” atau saling berkaitan dengan sistim tarik, sehingga fungsinya mengikat konstruksi secara rigid. Sistim pengunci pada bagian rangka brunjung atau “tumpang” bagian atas adalah dengan sistim “sundhuk” dengan “emprit gantil”. Posisi pengunci terletak pada tumpang terakhiryang juga merupakan tempat menopang “dudur” dan “iga-iga” untuk menopang konstruksi rangka usuk dan reng atap. “Emprit Ganthil ini terdang dibentuk polosan atau diukir dengan bentuk ornament jenis “nanasan”.&lt;br /&gt;Pada bagian “uleng terdapat “Dada Peksi” atau “Dada Manuk”, yaitu balok melintang yang terletak di tengah “pemindangan”. Dada Peksi ini biasanya diberi ukiran yang indah untuk memberikan kesan indah dan mempunyai makna-makna tertentu berdasarkan kepercayaan orang jawa. Struktur atap ini terkadang menggunakan “ander” pada posisi tengah diatas “dada peksi” untuk membantu menopang konstruksi “molo”, tetapi jika pada bagian tengah uleng sudah menggunakan penutup berupa “empyak”, maka konstruksi atap ini tidak lagi menggunakan “ander”. Kestabilan dan nyawa konstruksi bangunan joglo ini terletak pada keseluruhan konstruksi atapnya, sebab jika dilihat dari susunannya dapat terlihat dengan jelas bahwa teori beban konstruksi dengan mengikuti sifat gravitasi bumiyang diratakan dengan beban berat pada bagian konstruksi atap akan mengakibatkan konstruksi keseluruhan rumah menjadi stabil dan rigid. &lt;br /&gt;Gambar dibawah ini merupakan bangunan rumah joglo lama yang di fungsikan sebagai rumah makan di kota gede (omah dhuwur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/S0LXwmQ_7OI/AAAAAAAAAGs/oH0_iUSITjQ/s1600-h/a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/S0LXwmQ_7OI/AAAAAAAAAGs/oH0_iUSITjQ/s320/a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-8039369639375043443?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/8039369639375043443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/tumpang-sari-atau-konstruksi-berunjung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/8039369639375043443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/8039369639375043443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2010/01/tumpang-sari-atau-konstruksi-berunjung.html' title='Tumpang Sari atau Konstruksi Berunjung dan uleng pada Konstruksi Atap Rumah JOGLO'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/S0LXwmQ_7OI/AAAAAAAAAGs/oH0_iUSITjQ/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-7101367477683670595</id><published>2009-12-29T04:13:00.001-08:00</published><updated>2009-12-29T04:13:40.450-08:00</updated><title type='text'>Bangunan Historicism, Romantisme, Visionary, Rasionalisme</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Bangunan Historicism, Romantisme, Visionary, Rasionalisme&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznubwekkbI/AAAAAAAAAGM/59lyHIVgv7Y/s1600-h/le.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznubwekkbI/AAAAAAAAAGM/59lyHIVgv7Y/s320/le.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BMKgyqE0x5Y/SwZ1ddwikPI/AAAAAAAAADE/CxI5N31AiU0/s1600/le.jpg"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;v:shapetype coordsize="21600,21600" filled="f" id="_x0000_t75" o:preferrelative="t" o:spt="75" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:f&gt;  &lt;v:path gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" o:extrusionok="f"&gt;  &lt;o:lock aspectratio="t" v:ext="edit"&gt; &lt;/o:lock&gt;&lt;v:shape alt="http://4.bp.blogspot.com/_BMKgyqE0x5Y/SwZ1ddwikPI/AAAAAAAAADE/CxI5N31AiU0/s320/le.jpg" href="http://4.bp.blogspot.com/_BMKgyqE0x5Y/SwZ1ddwikPI/AAAAAAAAADE/CxI5N31AiU0/s1600/le.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406137551769735410" o:button="t" o:spid="_x0000_i1028" style="height: 159.75pt; visibility: visible; width: 240pt;" type="#_x0000_t75"&gt;  &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"&gt;  &lt;v:imagedata o:title="le" src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image001.jpg"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:fill&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:path&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:formulas&gt;&lt;/v:stroke&gt;&lt;/v:shapetype&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Historicism, dalam arti luas&lt;/i&gt;, berarti kembali ke gaya sejarah, misalnya seperti yang juga digunakan selama Renaissance. Namun istilah ini dipahami untuk arti pencarian yang semakin sempit dan gaya pluralisme dalam paruh kedua pada abad ke-19. Historicism dapat dilihat sebagai penutup dari arsitektur klasik. Seperti di Inggris masa akhir Gothic, gaya dominan yang tegak lurus, di depan bangunan berkisi hiasan. Irama terkendali, yang diperoleh dari aksen façade horisontal yang kuat. Ornamen yang sama diberikan pada bangunan secara berulang sampai dihiasi sepenuhnya. Dapat dilihat karakteristik historicism adalah kesatuan. Jadi, penganut aliran ini ingin tetap menampilkan komponen-komponen bangunan yang berasal dari komponen-komponen klasik tetapi ditampilkan dengan penyelesaian yang modern, misalnya bentuk klasik yang dulunya menggunakan bahan dari kayu diganti dengan bahan beton tetapi diberikan ornamen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Historicism itu mempunyai &lt;u&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;definisi lain yang relevan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt; dalam arsitektur post-modern, &lt;u&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;pendapat Colquohoun adalah&lt;/span&gt;&lt;/u&gt; sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memperhatikan arsitektur masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Membuat bentukan-bentukan yang mencerminkan sejarah, elemen-elemen yang membentuk suatu seni, pastiche, rekontruksi otentik, pendemonstrasian suatu bentuk sesuai dengan arti/tujuan yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #00b050;"&gt;Jadi ciri Arsitektur Historicism :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengambil kembali gaya sejarah, namun dengan penyelesaian modern&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menggunakan design interior antik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Masih menggunakan ornamen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengambil kembali gaya Gothic (Gaya dominan yang tegak lurus : Inggris (London), German)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengambil bentukan khas dari negara masing-masing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas arsitektur Historicism yang ada pada bangunan ini dapat dilihat bahwa bentuk dari bangunan ini mengambil bentuk bangunan pada zaman Mesir kuno yaitu Pyramid, sesuai dengan ciri khas arsitektur Historicism yaitu bangunan yang berkonsep sejarah tetapi dengan penyelesaian modern. Dapat dilihat material yang digunakan pada bangunan ini bukanlah material yang digunakan pada Pyramid yaitu batu sehingga terkesan berat dan bangunan yang tertutup, tetapi sudah digunakan kaca dan pada bangunan ini digunakan rangka baja sehingga terkesan lebih ringan. Selain itu, dapat dilihat pada bangunan ini masih menggunakan ornamen.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/Sznu2M1QdNI/AAAAAAAAAGU/9Ono5lHtcDc/s1600-h/hearst.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/Sznu2M1QdNI/AAAAAAAAAGU/9Ono5lHtcDc/s320/hearst.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BMKgyqE0x5Y/SwZ2WZ89cJI/AAAAAAAAADM/5kGMfRriuOs/s1600/hearst.jpg"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;v:shape alt="http://3.bp.blogspot.com/_BMKgyqE0x5Y/SwZ2WZ89cJI/AAAAAAAAADM/5kGMfRriuOs/s320/hearst.jpg" href="http://3.bp.blogspot.com/_BMKgyqE0x5Y/SwZ2WZ89cJI/AAAAAAAAADM/5kGMfRriuOs/s1600/hearst.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406138530000629906" o:button="t" o:spid="_x0000_i1027" style="height: 240pt; visibility: visible; width: 159.75pt;" type="#_x0000_t75"&gt;&lt;v:fill o:detectmouseclick="t"&gt;&lt;v:imagedata o:title="hearst" src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image002.jpg"&gt;&lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:fill&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arsitektur Visionary adalah nama yang diberikan untuk arsitektur yang ada hanya di atas kertas atau yang memiliki kualitas visioner. Etienne-Louis Boullée, Claude Nicolas Ledoux dan Jean-Jacques Lequeu adalah salah satu contoh awal dari disiplin. Tapi karya Giovanni Battista Piranesi, Antonio Sant’Elia dan Buckminster Fuller juga disertakan. Arsitektur Visionary yang terkonsentrasi pada awal abad ke-20, diwarnai oleh arsitek-arsitek pengguna teknologi ekstrim dan terkadang di luar kebiasaan tradisi saat itu atau boleh dikatakan mendewakan konteks hi-tech. Diantara mereka adalah Norman Foster dan Richard Rogers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur Visionary model bangunannya beragam, biasanya tidak bisa terbangun sama sekali namun kadang juga bangunannya mungkin hampir bisa dibangun. Selain konsep teknologi yang terlalu maju dalam pandangan surreal, Era digital dan kebangkitan cyberspace juga memengaruhi proses berpikir atau gagasan. Meski tidak bisa dibangun tetapi imajinasinya selalu menantang dan menjadi terobosan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ciri Arsitektur Visionary :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki bentukan yang ekstrim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak terikat oleh aturan-aturan lama (tradisional)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hi-Tech (menggunakan teknologi yang sangat canggih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Konsep bangunan dengan imajinasi yang menantang (pendobrak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pola pikirnya adalah optimis dalam berkarya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karya dari Norman Foster adalah Hearst Tower di Manhattan, New York, Amerika Serikat. Ciri khas visionary dari bangunan ini dapat dilihat dari bentuknya. Dapat dilihat bahwa bentuk menara ini tidak biasa, berbeda dengan bentuk bangunan pada umumnya, karena berbentuk seperti segitiga yang ditumpuk-tumpuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dilihat bahwa arsitek menara ini, dalam membangun menara ini mempunyai konsep imajinasi yang berkaitan dengan teknologi sesuai dengan konsep arsitektur visionary. Menurut Foster + Partners, arsitektur yang membangun menara ini, menara ini dibangun menggunakan 85 persen daur ulang baja dan dirancang untuk mengkonsumsi 26 persen lebih sedikit energi daripada tetangga konvensional. Karena material yang digunakan kebanyakan adalah baja dan kaca, sehingga lebih menunjukkan menara ini lebih berkonsep teknologi maju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznxNjGlqXI/AAAAAAAAAGc/fTxMiYJRuR0/s1600-h/taj-mahal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznxNjGlqXI/AAAAAAAAAGc/fTxMiYJRuR0/s320/taj-mahal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Romantisisme adalah sebuah gerakan seni, sastra dan intelektual yang berasal dari Eropa Barat abad ke-18 pada masa Revolusi Industri. Gerakan ini sebagian merupakan revolusi melawan norma-norma kebangsawanan, sosial dan politik dari Periode Pencerahan dan reaksi terhadap rasionalisasi terhadap alam, dalam seni dan sastra. Gerakan ini menekankan emosi yang kuat sebagai sumber dari pengalaman estetika, memberikan tekanan baru terhadap emosi-emosi seperti rasa takut, ngeri, dan takjub yang dialami ketika seseorang menghadapi yang sublim dari alam. Gerakan ini mengangkat seni rakyat, alam dan kebiasaan, serta menganjurkan epistemologi yang didasarkan pada alam, termasuk aktivitas manusia yang dikondisikan oleh alam dalam bentuk bahasa, kebiasaan dan tradisi. Ia dipengaruhi oleh gagasan-gagasan Pencerahan dan mengagungkan medievalisme serta unsur-unsur seni dan narasi yang dianggap berasal dari periode Pertengahan. Nama “romantik” sendiri berasal dari istilah “romans” yaitu narasi heroik prosa atau puitis yang berasal dari sastra Abad Pertengahan dan Romantik.&lt;br /&gt;Meninjau penjelasan tentang romantisisme diatas, maka arsitektur romantisme adalah suatu konsep dalam perancangan sebuah bangunan arsitektur dengan mengedepankan nilai-nilai estetika yang dapat menjadi sebuah kesan dan mewakili sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat bangunan diatas maka memberikan kesan kepada yang melihatnya. Seperti Taj Mahal di India. Jika kita melihatnya dapat memberikan kesan bahwa banguanan ini identik dengan kerajaa, keagamaan, dan sebuah arti simbolik dari suatu negri. Begitulah arsitektur romantisme dapat memberikan sebuah penekanan estetika dan emosional seperti rasa takut, takjub, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilai dari segi fungsi, bangunan ini belum mengedepankan segi fungsi secara total. Karena terlihat sebuah bangunan arsitektur bernuansa estetika yang dapat menimbulkan sebuah kesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi estetikanya sangatlah menonjol. Bentukannya yang fenomenal dan memberikan kesan takjub. Bangunan arsitektur romantisme ini dapat digolongkan pula pada arsitektur gaya art nouveau dan art deco. Karena keduanya memiliki ciri khas bangunan yang memiliki ornamen-ornamen yang memberikan penilaian bangunannya memiliki nilaiestetika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/Sznxyor68rI/AAAAAAAAAGk/zIom1FBg96M/s1600-h/la.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/Sznxyor68rI/AAAAAAAAAGk/zIom1FBg96M/s320/la.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BMKgyqE0x5Y/SwZ4APOVf1I/AAAAAAAAADc/PCCDGU8tGuY/s1600/la.jpg"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;v:shape alt="http://2.bp.blogspot.com/_BMKgyqE0x5Y/SwZ4APOVf1I/AAAAAAAAADc/PCCDGU8tGuY/s320/la.jpg" href="http://2.bp.blogspot.com/_BMKgyqE0x5Y/SwZ4APOVf1I/AAAAAAAAADc/PCCDGU8tGuY/s1600/la.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406140348186853202" o:button="t" o:spid="_x0000_i1025" style="height: 184.5pt; visibility: visible; width: 240pt;" type="#_x0000_t75"&gt;&lt;v:fill o:detectmouseclick="t"&gt;&lt;v:imagedata o:title="la" src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image004.jpg"&gt;&lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:fill&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia arsitektur terdapat banyak sekali jenis konsep yang bisa diterapkan dalam sebuah karya arsitektur, salah satunya adalah konsep rasionalisme, yang mulai dikenal pada awal arsitektur modern, yang bermula pada awal abad 16 hingga abad 19. Ada beberapa teori rasionalisme yang dikemukakan, namun dari beberapa teori rasionalisme yang telah dikemukakan semuanya mengacu pada satu maksud yaitu fungsi bangunan. Oleh sebab itu rasionalisme sering disebut juga dengan funsionalisme. Rasionalime dalam karya arsitektur itu sendiri adalah menerapkan konsep rasionalisme ke dalam sebuah bangunan arsitektur secara benar baik dari segi funsional, faktor kenyamanan, maupun estetika. Untuk bangunan publik penerapan konsep rasionalisme dapat ditinjau dari segi arsitektur berdasarkan morfologinya, yaitu: – Spasial : berhubungan dengan ruang. – Stilistiks : berhubungan dengan fasade bangunan. – Struktural : berhubungan dengan struktur yang digunakan oleh bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat contoh bangunan diatas, dapat kta golongkan menjadi arsitektur modern. Karena bentukannya yang mengikuti fungsi. Oleh sebab itu arsitektur rasioalisme disebut juga fungsionalisme. Bentuk bangunannya yang sederhana tanpa ada ornamen-ornamen menjadikan bangunan ini tergolong modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinilai dari segi fungsi. Menurut saya, bangunan ini memiliki bentukan yang lebih mendukung pada fungsi bangunan itu sendiri untuk kehidupan. Bentuk dasarnya yang terkesan kotak, maka dilihat dari sisi luar bangunan itu dapat dipastikan bahwa ruangan-ruangannya pun memiliki ukuran yang sangat fungsional. Bangunan seperti ini sangat tepat jika untuk kehidupan lebih nyaman dan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika dinilai dari segi estetika, Menurut saya, bangunan ini minim sekali memiliki kesan keindahan. Karena bentukannya yang cepat menjenuhkan mata. Tidak ada hiasan-hiasan yang menjadikan kesan bagi yang melihat bangunan ini. Bangunan ini bisa saja memiliki nilai estetika yang lebih, jika saja arsitektur lansekapnya mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika membangun bangunan ini tepat untuk keadaan sebuah daerah yang padat penduduk. Karena semakin padatnya penduduk, maka dibutuhkan sebuah pembangunan yang vertikal dan fungsional. Tidak mungkin keadaan penduduk yang padat membangun sebuah bangunan rendah dan memanjang. Karena itu memangkas banyak lahan dan mempersempit keadaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-7101367477683670595?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/7101367477683670595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/12/bangunan-historicism-romantisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/7101367477683670595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/7101367477683670595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/12/bangunan-historicism-romantisme.html' title='Bangunan Historicism, Romantisme, Visionary, Rasionalisme'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznubwekkbI/AAAAAAAAAGM/59lyHIVgv7Y/s72-c/le.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-7710113853912352374</id><published>2009-12-29T03:41:00.001-08:00</published><updated>2009-12-29T03:41:45.426-08:00</updated><title type='text'>TEORI, RUANG LINKUP, DAN SEJARAH ARSITEKTUR</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:138040970;	mso-list-template-ids:-1784395664;}@list l1	{mso-list-id:1031489416;	mso-list-template-ids:-14279726;}@list l1:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	font-family:Symbol;}@list l2	{mso-list-id:1263687170;	mso-list-template-ids:-1497318588;}@list l2:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	font-family:Symbol;}ol	{margin-bottom:0in;}ul	{margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #00b050; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;a href="http://syi-architecture.blogspot.com/2009/11/teori-ruang-lingkup-sejarah-arsitektur_23.html"&gt;&lt;span style="color: #00b050;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 21.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt; &lt;span style="color: lime;"&gt;TEORI, RUANG LINKUP, DAN SEJARAH ARSITEKTUR&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 21.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Ruang Lingkup dan Keinginan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas); arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius, "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi arsitektur. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 15.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Teori dan Praktek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 15.5pt;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya teori untuk menjadi rujukan praktek tidak boleh terlalu ditekankan, meskipun banyak arsitek mengabaikan teori sama sekali. Vitruvius berujar: "Praktek dan teori adalah akar arsitektur. Praktek adalah perenungan yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya dengan tangan, dalam proses konversi bahan bangunan dengan cara yang terbaik. Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Seorang arsitek yang berpraktek tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktek hanya berpegang kepada "bayangan" dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktek, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan". &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 21.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 21.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktek-praktek, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih dilakukan di banyak bagian dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Kemudian timbullah surplus produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitas bangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana rekreasi pun bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Gaya-gaya arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius, atau Vaastu Shastra dari India purba. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual, tetapi asosiasi profesi (guild) dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilan bangunan untuk mengorganisasi proyek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Pencerahan, humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual - Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci - dan kultus individu pun dimulai. Namun pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya engineering), dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika. Kemudian bermunculanlah "arsitek priyayi" yang biasanya berurusan dengan bouwheer (klien)kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. Pada abad ke-19, Ecole des Beaux Arts di Prancis melatih calon-calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa menekankan konteksnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum, sehingga estetika menjadi ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah. Dulunya produk-produk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal, menjadi terjangkau melalui produksi massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan pemikiran-pemikiran yang mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu sejarah dan memilih melihat arsitektur sebagai sintesa seni, ketrampilan, dan teknologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktekkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral, filosofis, dan estetis. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki sebagai "master". Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan, keburukan, keseragaman, serta dampak-dampak psikologisnya. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan mengorbankan kedalamannya. Robert Venturi berpendapat bahwa "gubuk berhias / decorated shed" (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah "bebek / duck" (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu). Pendapat Venturi ini menjadi dasar pendekatan Arsitektur Post-Modern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian arsitek lain (dan juga non-arsitek) menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka pikir sebagai akar masalahnya. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofis atau estetis pribadi oleh perorangan, melainkan arsitektur haruslah mempertimbangkan kebutuhan manusia sehari-hari dan menggunakan teknologi untuk mencapai lingkungan yang dapat ditempati. Design Methodology Movement yang melibatkan orang-orang seperti Chris Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses yang lebih inklusif dalam perancangan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Peneilitian mendalam dalam berbagai bidang seperti perilaku, lingkungan, dan humaniora dilakukan untuk menjadi dasar proses perancangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan,arsitektur menjadi lebih multi-disiplin daripada sebelumnya. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya. Inilah keadaan profesi arsitek sekarang ini. Namun demikian, arsitek individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya. Contohnya, sebuah museum senirupa menjadi lahan eksperimentasi gaya dekonstruktivis sekarang ini, namun esok hari mungkin sesuatu yang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 15.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 21.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 21.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang, atau melalui standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 21.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #00b050; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 18pt;"&gt;Pembagian Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #0070c0; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arsitektur Modern&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sepanjang sejarah manusia, Arsitektur hanya mengalami satu kali perubahan yang mendasar, yaitu di saat hadirnya Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 1pt;"&gt; Modern&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; Sampai dengan masa Neo-klasik abad ke-19, Arsitektur dianggap sebagai pengetahuan kesenian, yaitu seni bangunan. Artinya Arsitektur dianggap sebagai suatu ‘olah rasa’ yang dibuat berdasarkan perasaan sebagai sumber idenya dan tidak ada rumusnya.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Merintis Modern, Di pertengahan abad ke-18, tahun 1750-an di Perancis, muncul orang-orang yang berambisi untuk menghasilkan Arsitektur dengan menggunakan akal dan idenya sebagai sumber idenya, bukan seni dengan perasaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Beberapa nama tersebut adalah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Boulle&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Blondel,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Quatremere      de Quincy &lt;br /&gt;(Tipologi misalnya, dimunculkan pertama kali pada abad ke-18 oleh      Quatremere de Quincy.)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bagi mereka ini, Arsitektur adalah olah pikir, bukan olah seni. Bagi dunia Arsitektur, apa yang dilakukan oleh orang-orang Perancis ini adalah sebuah reformasi, perubahan. tak ayal lagi, sejarah menobatkan orang-orang ini sebagai &lt;i&gt;the first &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 1pt;"&gt;Modern&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;. Dengan demikian, dapat saja dikatakan bahwa Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 1pt;"&gt; Modern&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; ini sudah hadir pada abad ke-18 bukan abad ke-20. Tetapi, yang dimaksud Arsitektur&lt;b&gt; &lt;/b&gt;modern&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 1pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;bukan karya Arsitektur, bukan bangunan atau gedung tapi adalah ide, gagasan, pikiran atau pengetahuan dasar tentang Arsitektur. Oleh sebab itu seringkali dikatakan bahwa pikiran-pikiran dasar/pokok mengenai Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 1pt;"&gt; Modern&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; telah dimunculkan di abad ke-18&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arsitektur Modern Dibagi Menjadi : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. &lt;i&gt;Art Nouveau&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Art Nouveau&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; adalah Sebuah gaya dekorasi dan arsitektur internasional yang berkembang tahun 1880 dan 1890an. Nama ini berasal dari &lt;i&gt;Maison de l’Art Nouveau&lt;/i&gt;, galeri desain interior yang buka di Paris tahun 1896, tapi sebenarnya gerakan ini memiliki banyak nama di seluruh Eropa. Di Jerman gerakan ini disebut Jugendstil, diambil dari majalah &lt;i&gt;Diejugend&lt;/i&gt; (pemuda) yang dipublikasikan sejak tahun 1896. Di Itali bernama “Stile Liberty” dari nama toko Liberty Style. Di Spanyol bernama “Modernista”, di Austria bernama “Sezessionstil” dan, di Prancis sendiri, istilah bahasa Inggris “Modern Style” sering juga digunakan, menekankan dari mana gerakan ini berasal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dalam desain, Art nouveau bercirikan bentuk ranting-ranting tumbuhan yang berlekuk-lekuk dan berlawanan dengan historicism yang menjamur di abad 19. Penekanannya dalam dekorasi dan kesatuan seni menghubungkan gerakan ini dengan gagasan simbolis kontemporer dalam seni, seperti yang terlihat pada karya seni secessionist di Vienna. Namun gerakan ini juga berasosiasi dengan gagasan arts and crafts, dan dengan itu, Art Nouveau membangun jembatan antara Morris dan Gropius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Di Inggris, gaya ini diperagakan oleh arsitektur Rennie Mackintosh, dan karya desain Macdonald bersaudara. Pengaruh Morris yang tersisa di Inggris memperlambat kemajuan gaya baru desain ini meski Mackmurdo, Godwin, Townsend, dan bahkan Voysey semakin condong kea rah Art Nouveau. Gaya ini paling terasa dalam bentuk ilustrasi, misalnya the Yellow Book, the Studio, the Savoy, the Hobby Horse, dan melalui karya Beardsley, Gambar Ricketts dan Selwyn.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Di Prancis, meskipun ada Guimard dengan desain kaca dan metronya yang terkenal, gerakan ini paling dapat diekspresikan dalam seni terapan, terutama gelas-gelas dari Lalique (1860-1945) dan Galle (1846-1904). Di Belgia, gaya ini dingkat melalui Societe des Vingts (Les Vingt) berdiri tahun 1884, termasuk di dalamnya Ensor dan juga arsitek Art Nouveau Horta dan Van de Velde sebagai anggotanya. Di Spanyol gaya ini berpusat pada Gaudi di Barcelona. Di Vienna, arsitek seperti Wagner, Hoffman , dan Olbrich, dan seniman seperti Klimt berkumpul untuk mempromosikan gaya ini melalui majalah Secessionist &lt;i&gt;Ver sacrum&lt;/i&gt;. Di Jerman, gerakan ini terbelah antara kebiasaan dekoratif Otto Eckman (1865-1902) dan majalah Pan, dan desain dari Behrens. Di Amerika arsitek seperti Sullivan dan Wright terpengaruh oleh gagasan-gagasan Eropa tapi menerapkan Art Nouveau dalam wujud yang berbeda, sementara desainer seperti Tiffany berpegang teguh pada gaya aslinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ciri-ciri Art Nouveau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dinamis dan mengalir, dengan garis-garis lengkung yang serasi, cukup menggambarkan gaya Art Nouveau. Tampilan lainnya adalah penggunaan hiperbola dan parabola di jendela, lengkungan, dan pintu. Tumpukan-tumpukan konvensional terlihat seakan menjadi hidup dan tumbuh menjadi bentuk-bentuk yang diambil dari tumbuhan. Seperti aliran desain lainnya, Art Nouveau mencari keharmonisan dalam bentuknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Art Nouveau dalam arsitektur dan desain interior membangkitkan kembali gaya dari era Victorian. Meski desainer Art Nouveau memilih dan memodernisasikan beberapa elemen abstrak dari gaya Rococo seperti tekstur api dan kerang, mereka juga mempergunakan bentuk organik sebagai sumber inspirasi, mengembangkan bentuk alami dari rumput laut, rumput dan serangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Wood-block Jepang, dengan garis lengkungnya, permukaan yang berpola, bagian kosong yang kontras, juga mempengaruhi Art Nouveau. Beberapa garis dan pola lengkungan menjadi kebiasaan grafis yang nantinya banyak ditemukan di karya-karya seniman di seluruh dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Art Nouveau tidak menolak mesin seperti yang dilakukan Arts and Crafts, justru mesin digunakan untuk mendukung aliran ini. Untuk patung, material utama yang digunakan adalah kaca dan besi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Art Nouveau dianggap sebagai aliran yang ‘total’, dalam arti aliran ini memiliki pengaruh dalam banyak bidang — arsitektur, desain interior, seni dekoratif termasuk diantaranya perhiasan, furniture, tekstil, peralatan makan, dan lampu, dan berbagai seni visual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznhKj2JTnI/AAAAAAAAAFE/dGrbIkHyzrk/s1600-h/p61lasagradafamiliabarcju4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznhKj2JTnI/AAAAAAAAAFE/dGrbIkHyzrk/s320/p61lasagradafamiliabarcju4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Salah satu contoh hasil karya Art Nouveau: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. &lt;i&gt;Arsitektur Brutalisme&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Brutalisme&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; adalah gaya arsitektur sebagai pembaharuan gerakan arsitek.Istilah Brutalisme sendiri berawal dari bahasa Perancis yaitu “Beton Bruth” atau “Beton Mentah”.Brutalismejuga dihubungkan dengan ideologi yang berupa khayalan sosial yang cenderung didukung oleh perancangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ciri-ciri bangunan Brutalis :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bentuknya      geometris dan berulang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bentuknya      unik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Menggunakan      bahan material berbahan keras seperti : beton,baja,kaca,dan batu kasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Salah satu contoh bangunan Brutalis : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzniJVJSDZI/AAAAAAAAAFM/S6TFtoT3MLo/s1600-h/1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzniJVJSDZI/AAAAAAAAAFM/S6TFtoT3MLo/s320/1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3. &lt;i&gt;Dekonstruksi Fungsional&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur &lt;i&gt;dekonstruksi&lt;/i&gt; merupakan pengembangan dari arsitektur modern. Munculnya arsitektur dekonstruksi sekitar tahun 1988 dalam sebuah diskusi Academy Forum di Tate Gallery, London. Kemudian disusul oleh pameran di Museum of Art, New York dengan tema “D&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;econstructivist Archiecture” yang diorganisir oleh Philip Johnson dan terdapat tujuh arsitek yang menampilkan karya-karyanya, yaitu; Peter Esienman, Bernard Tschumi, Daneil Libeskind, Frank Gerhy, Zaha Hadid, Rem Koolhaas, dan Coop Himmelblau.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Gejala “Dekon” dalam arsitektur telah menjadi tema perdebatan yang hangat dengan karya-karyanya yang mendobrak aturan-aturan yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Pada 8 April 1988 dalam “international Symposium on Deconstruction” yang diselenggarakan oleh Academy Group di Tate Gallery, dikukuhkan bahwa dekonstruksi bukanlah gerakan yang tunggal atau koheren, meski banyak diwarnai oleh kemiripan – kemiripan formal di antara karya arsitek yang satu dengan yang lainnya. Dekonstruksi tidak memiliki ideologi ataupun tujuan formal, kecuali semangat untuk membongkar kemapaman dan kebakuan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Aliran dekonstruksi mulanya berkembang di kalangan arsitek Perancis dan Inggris, kemudian oleh Philip Johnson dan Mark Wigley melalui sebuah pameran yang bertema “deconstructivist Architecture” yang di selenggarakan di Museum of Art, New York, tanggal 23 Juni – 30 Agustus 1988 mencetuskan ‘dekonstruktivisme’ yang lebih berkonotasi pragmatis dan formal serta berkembang di Amerika.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Telaah dan pemahaman dekonstruksi memerlukan suatu kesiapan untuk belajar menerima beberapa kemungkinan phenomena. Syarat dari semua ini berdiri di atas keterbukaan dan kesabaran. Keterbukaan membiarkan phenomena berbicara langsung tanpa prekonseosi. Kesabaran memberikan ruang kepada orang untuk mendengar lebih cermat dan seksama.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Deconstruction sebuah konsep Perancis yang diturunkan oleh Jacques Derrida ( lahir 1921) tidak mudah disampaikan sebagaimana pemahaman orang tentang konstruksi, destruksi, dan rekonstruksi. Derrida mengajak semua orang termasuk arsitek untuk merenungkan kembali hakekat sesuatu karya agar berbicara menurut pesona dan kapasitasnya masing –masing. Keseluruhan ini berangkat dari suatu metoda komposisi. Derrida menyebutkannya dalam merajut rangkaian hubungan – hubungan. Dalam tekniknya terdapat beberapa teknik dan terminologi yang perlu klarifikasi di sini. Usaha demikian diharapkan dapat memperjelas hubungan Deconstruction dan Rancang bangunan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Konsep utama memproduksi atau mengadakan karya bertolak dari konsep yang oleh Derrida pada kasus literatur disebut differance. Dalam rancang bangun konsep ini tidak dapat dipahami sebagai suatu pendekatan yang membuka pemikiran bahwa karya bukanlah semata – mata representasi yang direduksi sebagai alat menyampaikan gagasan atau pesan. Merancang karya diharapkan memberi peluang agar kemungkinannya berbicara bisa merdeka dari prinsip dominasi. Differance memahami setiap komponen bahkan elemen dari komposisi sebagai suatu potensi yang tidak terpisahkan keberadaan, peran dan fungsinya dalam kesemestaan. Artinya mereka tidak hanya sebagai suatu alat untuk menunjuk pada sesuatu gagasan atau ingatan atau nilai tertentu. Diferance memberikan pemahaman baru bagaimana melihat elemen rancangan rancang bangun dalam sebagai batas – batas wilayah yang mengkaitkan : manusia-material-konstruksi-rupa/bentuk dan tempat. Rancang bangunan sebagai suatu keutuhan dan aspek – aspeknya adalah jejak – jejak dari suatu kesemestaan yang mampu berbicara sendiri sebagai pembangun pemahaman dunia. Seperti halnya suatu ‘text’ rancang bangunan marupakan suatu komposisi yang berosilasi di antara hadir dan absen. Dengan osilasi tersebut terjalin suatu yang terputus – putus sebagaimana pemahaman kita sebenarnya akan dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Diskontinuitas dan putusnya linearitas menghadirkan permainan dalam setiap komposisi karena apa yang digagas dan dibangun tidaklah berdiri sendiri. Gagasan yang dituangkan dalam komponen komposisi yang sebenarnya dikutip dari rujukan di tempat lain. Bentuk/rupa material-konstruksi-lokasi. Jadi tidak pernah komponen komposisi berdiri sendiri yang lahir dan tercipta dari ruang hampa. Differance mengangkat permasalahan komposisi yang terdiri atas “ citatioans” atau kutipan – kutipan ke dalam suatu komposisi. Dengan komposisi sebenarnya orang melihat dan merasakan suatu representsi pentunjuk yang hadir dengan rujukan yang tidak hadir ( entah di mana ). Komposisi ini memberikan suatu gambaran fragmen – fragmen dari sumbernya yang “mengada” di suatu lokasi dan tampil seolah – olah utuh dan stabil sebagai sosok mandiri. Rujukan gagasan bentuk/rupa misalnya, tidak pernah lepas dari keinginan untuk melayani “kebutuhan” manusia. Atas dasar merujuk pada sumber – sumber tidak hadir itulah sebuah komposisi “meng-ada”. Dengan itu pula apa yang hadir sebenarnya memberikan “jejak” kepada sumber – sembernya. Interprestasi komposisi menurut prinsip differance tidak mungkin dilakukan tanpa membaca atau menelusuru jejak – jejak yang hadir ke sumber – sumber mereka. Hasil dari komposisi yang lahir dengan hadirnya jejak – jejak tersebut oleh Derrida disebut Dissemination.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Deconstruction sebagai upaya atau metoda kritis, tidak hanya berupaya membongkar bangun – bangun teori atau karya lewat elemen, struktur, infrastruktur maupun contextnya. Lebih dari itu, kekuatan – kekuatan yang berperan pada konsep yang bersangkutan akan: dilucuti atribut – atributnya, dikupas habis hingga telanjang bulat, dilacak asal usul dan perkembangannya, dicari kaitan – kaitannya dengan konsep – konsep lain, digelar kemungkinan – kemungkinan posisi maupun kontribusinya terhadap apa saja. Semua proses pembongkaran tersebut dimaksudkan untuk membangun kembali karakteristik phenomenalnya. Dalam pembangunan kembali tersebut, ekspose dari ‘interplay’ kekuatan – kekuatan melalui : kontradiksi – kontradiksi, kesenjangan – kesenjangan, decomposition, disjunction, discontinuity, dan deformation, merupakan cara untuk memperlihatkan kemungkinan – kemungkinan “ada” dan “mengada”. Daya tarik deconstruction bagi dunia rancang bangun terletak di dalam cara melihatnya bahwa ruang dan bentuk adalah tempat kejadian yang selayaknya terbuka bagi yang mungkin dan yang tidak mungkin.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Salah satu Contoh Bangunan Dekonstruksi :&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/Sznj5amAI1I/AAAAAAAAAFU/G43serMBXpo/s1600-h/2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/Sznj5amAI1I/AAAAAAAAAFU/G43serMBXpo/s320/2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; letter-spacing: -0.1pt;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Arsitektur Historicism&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; letter-spacing: -0.1pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Historicism&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;, dalam arti luas, berarti kembali ke gaya sejarah, misalnya seperti yang juga digunakan selama Renaissance. Namun istilah ini dipahami untuk arti pencarian yang semakin sempit dan gaya pluralisme dalam paruh kedua pada abad ke-19. Historicism dapat dilihat sebagai penutup dari arsitektur klasik. Seperti di Inggris masa akhir Gothic, gaya dominan yang tegak lurus, di depan bangunan berkisi hiasan. Irama terkendali, yang diperoleh dari aksen façade horisontal yang kuat. Ornamen yang sama diberikan pada bangunan secara berulang sampai dihiasi sepenuhnya. Dapat dilihat karakteristik historicism adalah kesatuan. Jadi, penganut aliran ini ingin tetap menampilkan komponen-komponen bangunan yang berasal dari komponen-komponen klasik tetapi ditampilkan dengan penyelesaian yang modern, misalnya bentuk klasik yang dulunya menggunakan bahan dari kayu diganti dengan bahan beton tetapi diberikan ornamen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Catatan Historicism itu mempunyai definisi lain yang relevan dalam arsitektur post-modern, pendapat Colquohoun adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;- Memperhatikan arsitektur masa lalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;- Membuat bentukan-bentukan yang mencerminkan sejarah, elemen-elemen yang membentuk suatu seni, pastiche, rekontruksi otentik, pendemonstrasian suatu bentuk sesuai dengan arti/tujuan yang ingin dicapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #0070c0; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jadi ciri Arsitektur Historicism :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. Mengambil kembali gaya sejarah, namun dengan penyelesaian modern&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Menggunakan design interior antik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3. Masih menggunakan ornamen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4. Mengambil kembali gaya Gothic (Gaya dominan yang tegak lurus : Inggris (London), German)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5. Mengambil bentukan khas dari negara masing-masing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arsitek Tionghoa-Amerika, Ieoh Ming Pei (I. M. Pei) merupakan salah satu arsitek yang menganut aliran Historicism. Dapat dilihat dari salah satu karyanya yang cukup terkenal yaitu museum karya seni Perancis yang terkenal Umbau Des Louvre, 1988-1993.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ciri khas arsitektur Historicism yang ada pada bangunan ini dapat dilihat bahwa bentuk dari bangunan ini mengambil bentuk bangunan pada zaman Mesir kuno yaitu Pyramid, sesuai dengan ciri khas arsitektur Historicism yaitu bangunan yang berkonsep sejarah tetapi dengan penyelesaian modern. Dapat dilihat material yang digunakan pada bangunan ini bukanlah material yang digunakan pada Pyramid yaitu batu sehingga terkesan berat dan bangunan yang tertutup, tetapi sudah digunakan kaca dan pada bangunan ini digunakan rangka baja sehingga terkesan lebih ringan. Selain itu, dapat dilihat pada bangunan ini masih menggunakan ornamen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Salah satu contoh gambar Arsitektur Historicism :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/Sznkwag7z9I/AAAAAAAAAFc/VV6r773DhR4/s1600-h/university_virginia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/Sznkwag7z9I/AAAAAAAAAFc/VV6r773DhR4/s320/university_virginia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Gbr. University &lt;u&gt;Virginia&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5. &lt;i&gt;Arsitektur Organik&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arsitektur Organik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; adalah sebuah filosofi arsitektur yang mengangkat keselarasan antara tempat tinggal manusia dengan alam melalui desain yang menyalaraskan antara lokasi bangunan dan perabot.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ciri-ciri bangunan Organik :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Menyelaraskan      bangunan dengan alam sekitar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tumbuh      keluar dan unik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mengikuti      irama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mencukupi      kebutuhan sosial,fisik dan rohani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Membentang      pada suatu organisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznltPwBGfI/AAAAAAAAAFk/2idOJvqn1yI/s1600-h/3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznltPwBGfI/AAAAAAAAAFk/2idOJvqn1yI/s320/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ini adalah salah satu contoh bangunan organik : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;6. &lt;i&gt;Arsitektur Post Modern&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Postmodernisme&lt;/i&gt; adalah sebuah gerakan berdasarkan pandangan kritis atas gerakan modern yang dirasa tidak lagi manusiawi atau dapat menyelesaikan problem-problem dalam dunia modern itu sendiri. Dalam arsitektur menjadi sebuah gerakan baru untuk memberikan keleluasaan bagi berbagai faktor rancangan yang tidak pernah tercakup sebelumnya dalam arsitektur modern agar bisa muncul dan terakomodasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postmodernisme bukanlah sebutan akan gaya arsitektur belaka, tapi lebih jauh dari itu, merupakan gerakan filsafat dan moral yang patut dicermati sebagai bagian dari kritik terhadap teori arsitektur modern yang cenderung meniadakan unsur-unsur yang manusiawi seperti simbolisme, dekorasi, dan hal-hal yang sifatnya non fungsional. Hal ini karena arsitektur modern yang kaku dan mendasarkan diri pada fungsi dirasa tidak dapat memberi solusi bagi keinginan manusiawi untuk lebih bebas berekspresi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh bangunan Arsitektur PostModern :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznnTgDQcyI/AAAAAAAAAFs/6FuRTQctNzY/s1600-h/swirly_skyscrapers_thumb.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznnTgDQcyI/AAAAAAAAAFs/6FuRTQctNzY/s320/swirly_skyscrapers_thumb.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YN6oMU8_xvc/SwtlRvPjohI/AAAAAAAAACA/BXJUJYfIiAE/s1600/swirly_skyscrapers_thumb.JPG"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Gbr. Menara Api Dubai, Mesir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;7. &lt;i&gt;Arsitektur Romantisme&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romantisisme&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; adalah sebuah gerakan seni, sastra dan intelektual yang berasal dari Eropa Barat abad ke-18 pada masa Revolusi Industri. Gerakan ini sebagian merupakan revolusi melawan norma-norma kebangsawanan, sosial dan politik dari Periode Pencerahan dan reaksi terhadap rasionalisasi terhadap alam, dalam seni dan sastra. Gerakan ini menekankan emosi yang kuat sebagai sumber dari pengalaman estetika, memberikan tekanan baru terhadap emosi-emosi seperti rasa takut, ngeri, dan takjub yang dialami ketika seseorang menghadapi yang sublim dari alam. Gerakan ini mengangkat seni rakyat, alam dan kebiasaan, serta menganjurkan epistemologi yang didasarkan pada alam, termasuk aktivitas manusia yang dikondisikan oleh alam dalam bentuk bahasa, kebiasaan dan tradisi. Ia dipengaruhi oleh gagasan-gagasan Pencerahan dan mengagungkan medievalisme serta unsur-unsur seni dan narasi yang dianggap berasal dari periode Pertengahan. Nama “romantik” sendiri berasal dari istilah “romans” yaitu narasi heroik prosa atau puitis yang berasal dari sastra Abad Pertengahan dan Romantik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Meninjau penjelasan tentang romantisisme diatas, maka arsitektur romantisme adalah suatu konsep dalam perancangan sebuah bangunan arsitektur dengan mengedepankan nilai-nilai estetika yang dapat menjadi sebuah kesan dan mewakili sejarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Gambar Taj Mahal yang letaknya di negara India ini merupakan salah satu contoh bangunan arsitektur Romantisme;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznpDmS8fJI/AAAAAAAAAF0/I3RMXx2GiLY/s1600-h/taj-mahal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznpDmS8fJI/AAAAAAAAAF0/I3RMXx2GiLY/s320/taj-mahal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;8. &lt;i&gt;Arsitektur Rasionalisme&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dalam dunia arsitektur terdapat banyak sekali jenis konsep yang bisa diterapkan dalam sebuah karya arsitektur, salah satunya adalah konsep rasionalisme, yang mulai dikenal pada awal arsitektur modern, yang bermula pada awal abad 16 hingga abad 19. Ada beberapa teori rasionalisme yang dikemukakan, namun dari beberapa teori rasionalisme yang telah dikemukakan semuanya mengacu pada satu maksud yaitu fungsi bangunan. Oleh sebab itu rasionalisme sering disebut juga dengan funsionalisme. Rasionalime dalam karya arsitektur itu sendiri adalah menerapkan konsep rasionalisme ke dalam sebuah bangunan arsitektur secara benar baik dari segi funsional, faktor kenyamanan, maupun estetika. Untuk bangunan publik penerapan konsep rasionalisme dapat ditinjau dari segi arsitektur berdasarkan morfologinya, yaitu: – Spasial : berhubungan dengan ruang. – Stilistiks : berhubungan dengan fasade bangunan. – Struktural : berhubungan dengan struktur yang digunakan oleh bangunan. dibawah ini adalah salah satu dari kesekian banyak contoh gambar banguan Arsitektur Rasionalisme, gambar bangunan Hotel Consolacion;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/Sznp2F2YoxI/AAAAAAAAAF8/F5Cw_UYG69w/s1600-h/consolacion-hotel-camprubi-i-santacana-architects-mood-02-550x367.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/Sznp2F2YoxI/AAAAAAAAAF8/F5Cw_UYG69w/s320/consolacion-hotel-camprubi-i-santacana-architects-mood-02-550x367.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;9. &lt;i&gt;Arsitektur Visionary&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arsitektur Visionary&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; merupakan salah satu nama yang diberikan untuk arsitektur yang ada hanya di atas kertas atau yang memiliki kualitas visioner. Etienne-Louis Boullée, Claude Nicolas Ledoux dan Jean-Jacques Lequeu adalah salah satu contoh awal dari disiplin. Tapi karya Giovanni Battista Piranesi, Antonio Sant’Elia dan Buckminster Fuller juga disertakan. Arsitektur Visionary yang terkonsentrasi pada awal abad ke-20, diwarnai oleh arsitek-arsitek pengguna teknologi ekstrim dan terkadang di luar kebiasaan tradisi saat itu atau boleh dikatakan mendewakan konteks &lt;i&gt;hi-tech&lt;/i&gt;. Diantara mereka adalah Norman Foster dan Richard Rogers.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arsitektur Visionary model bangunannya beragam, biasanya tidak bisa terbangun sama sekali namun kadang juga bangunannya mungkin hampir bisa dibangun. Selain konsep teknologi yang terlalu maju dalam pandangan surreal, Era digital dan kebangkitan cyberspace juga memengaruhi proses berpikir atau gagasan. Meski tidak bisa dibangun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;tetapi imajinasinya selalu menantang dan menjadi terobosan pemikiran.&lt;span style="color: #548dd4;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #548dd4; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jadi ciri Arsitektur Visionary :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. Memiliki bentukan yang ekstrim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Tidak terikat oleh aturan-aturan lama (tradisional)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3. &lt;i&gt;Hi-Tech&lt;/i&gt; (menggunakan teknologi yang sangat canggih)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4. Konsep bangunan dengan imajinasi yang menantang (pendobrak)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5. Pola pikirnya adalah optimis dalam berkarya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Salah satu karya dari Norman Foster adalah Hearst Tower di Manhattan, New York, Amerika Serikat. Ciri khas visionary dari bangunan ini dapat dilihat dari bentuknya. Dapat dilihat bahwa bentuk menara ini tidak biasa, berbeda dengan bentuk bangunan pada umumnya, karena berbentuk seperti segitiga yang ditumpuk-tumpuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dapat dilihat bahwa arsitek menara ini, dalam membangun menara ini mempunyai konsep imajinasi yang berkaitan dengan teknologi sesuai dengan konsep arsitektur visionary. Menurut Foster + Partners, arsitektur yang membangun menara ini, menara ini dibangun menggunakan 85 persen daur ulang baja dan dirancang untuk mengkonsumsi 26 persen lebih sedikit energi daripada tetangga konvensional. Karena material yang digunakan kebanyakan adalah baja dan kaca, sehingga lebih menunjukkan menara ini lebih berkonsep teknologi maju. Gambar ini merupakan salah satu contoh Arsitektur Visionary;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznqMcM2NHI/AAAAAAAAAGE/S3Yuz5R_KSo/s1600-h/mswct-022-300x300.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznqMcM2NHI/AAAAAAAAAGE/S3Yuz5R_KSo/s320/mswct-022-300x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-7710113853912352374?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/7710113853912352374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/12/teori-ruang-linkup-dan-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/7710113853912352374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/7710113853912352374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/12/teori-ruang-linkup-dan-sejarah.html' title='TEORI, RUANG LINKUP, DAN SEJARAH ARSITEKTUR'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SznhKj2JTnI/AAAAAAAAAFE/dGrbIkHyzrk/s72-c/p61lasagradafamiliabarcju4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-1477937301898145618</id><published>2009-12-29T02:45:00.003-08:00</published><updated>2009-12-31T18:41:11.905-08:00</updated><title type='text'>Pengertian Arsitektur</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;Pengertian Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota perancangan perkotaan arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius, “Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni”. Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, fenomenologi, strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi arsitektur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktek-praktek, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Peran arsitek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-1477937301898145618?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/1477937301898145618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/12/pengertian-arsitektur-arsitektur-adalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/1477937301898145618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/1477937301898145618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/12/pengertian-arsitektur-arsitektur-adalah.html' title='Pengertian Arsitektur'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-7950033173118966415</id><published>2009-12-29T02:35:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T03:53:06.370-08:00</updated><title type='text'>TOKOH ARSITEKTUR</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Tokoh Arsitektur&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Le Corbusier&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Notre-Dame-du-Haut Ronchamp (1950-1954)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitekturnya cukup controversial, lepas bebas dari bentuk biasa gereja dan kapel yang pernah ada. Dinding-dindingnya tidak ada yang lurus dan tegak seperti pada lazimnya bangunan pada umumnya, semuanya merupakan komposisi dari sinding meliuk-liuk berdenah kurva. Din-ding sangat tebal ini diberi jendela besar kecil disusun bebas dalam komposisi abstrak. Jendela-jendela dihias dengan kaca berwarna dari lukisan abstrak bertema lukisan religius Katolik. Atatp terbuat dari beton bertulang exposed, melengkung berwarna gelap kontras dengan warna dinding-nya yang putih. Ruang dalam terbentuk oleh atap, lubang-lubang jendela dalam dinding tebal tidak sejajar satu dengan yang lainnya merupakan bagian dari sistem akustik yang sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Frank Llyod Wright&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Guggenheim Museum di New York (1942-1957)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerapkan konsep “arsitektur organik”, dimana ruang dan bentuk terpadu. Potongan dan pandangan dari luar secara bersamaan menyatu secara meyakinkan dalam bentuk tiga dimensional dan ruang, diwujudkan dalam konstruksi beton spiral. Pada puncak spiral terdapat kubah kaca yang menerangi semua ruangan secara alami. Terdiri dari dua unit, yang berdiri di atas “landasan” yang denahnya juga kurva mengikuti bentuk di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ludwig Mies van der Rohe&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Rumah tinggal Edith Farnsworth, Plano, Illinois, 1946-1951&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Crown Hall, Illinois Institute of Technology, 1950-1956.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hugo Alfar Henrik Aalto&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai bentuk yang aneh tidak seperti bangunan pada umumnya, mengacu pada fungsi dan kebutuhan ruang sesuai dengan kegiatannya. Kontras dalam bentuk dan warna yang menjadi cirri arsitektur modern. Menampilkan kompleks atau unit bangunan yang indah dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pier Luigi Nervi&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Palazetto dello Sport, Rome, 1956-1957&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan istana olahraga yang dirancang dengan struktur dan teknologi yang canggih. Kolom-kolom berbentuk V menyangga sebuah kubah. Unsur-unsur tersebut sebagian dibuat di pabrik. Menggunakan sistem struktur space-frame. Unsur-unsur atau bagian-bagian dari struktur menyatu, baik dari luar maupun dari dalam membentuk jaringan garis-garis geometris simetris teratur, merata menjadi bagian dari dekorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Louis I. Kahn&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Yale University Art Gallery, New Haven, 1951-1953&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;University of Pennsylvania, Philladelphia, 1958-1960&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Philip Johnson&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Robert Wiley House, new Cannaan, Connecticut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan rangka baja penuh sebagai dinding menyatu dengan pintu dan jendela. Rumah ini berdiri diatas lantai bawahnya, dan sebagian atap lantai bawah yang datar dijadikan teras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Paul Rudolph&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Art and Architecture Building, Yale University, New Haven, Connecticut, 1962-1963&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Crawford Manor Aparment 1962-1966, New Haven, Connecticut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ieoh Ming Pei&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mile Hight Center, Denver, Colorado, 1952-1956&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kips Bay Plaza, New York, 1957-1962&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kevin Roche&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* College Life Insurance Building, Indiana, 1969&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbentuk unik, asli, dan otentik. Secara geometris tidak sepenuhnya berbentuk pyramid tetapi gedung ini sering disebut sliced glass pyramids. Terdiri dari 3 unit berbentuk sama satu dengan yang lain bergandengan, berbentuk pyramid terpancung di atas dan terpotong di sisi sehingga salah satu sisinya tegak massif. Berdinding luar kaca, memiliki struktur inti atau core.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eero Saarinen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* General Motors Buildings, Detroit, USA, 1951&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-7950033173118966415?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/7950033173118966415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/12/tokoh-arsitektur-le-corbusier-notre.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/7950033173118966415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/7950033173118966415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/12/tokoh-arsitektur-le-corbusier-notre.html' title='TOKOH ARSITEKTUR'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-363685784997350332</id><published>2009-12-29T02:13:00.001-08:00</published><updated>2009-12-29T02:13:16.355-08:00</updated><title type='text'>Paham-paham arsitektur</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Paham-paham Arsitektur&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Makna arsitektur dicari dalam proses perancangan dan diungkapkan dalam pembicaraan yang penuh perhatian. Perhatian ini secara khusus terlingkup dalam paham fenomenologi, di mana sebuah proses perancangan dibawa kepada ekspresi murni yang menggambarkan arti konsep esensi dan formula yang mengaturnya. Esensi membuat arsitektur dapat dikenali dalam intuisi yang berhubungan dengan akar murni dalam realisme pembuktian diri yang asli. Aktualisasinya dengan cara ‘membuat kembali’ dan ‘kembali kepada basis’. &lt;b&gt;Paham fenomenologi&lt;/b&gt; ternyata bukanlah satu-satunya tolok ukur dalam menilai kebenaran arsitektur. Beberapa paham lain juga perlu dipelajari agar apresiasi dapat berjalan secara obyektif. Paham-paham tersebut dalam sejarah telah mengisi berbagai pemikiran dunia tentang arsitektur yang terdefinisikan melaui ebrbagai filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat merupakan sebuah ilmu pengetahuan kuno yang telah dikembangkan sejak beberapa abad sebelum masehi. Banyak filsuf menghasilkan pemikiran-pemikiran yang mempengaruhi pengambilan keputusan, termasuk di dalam arsitektur. Sejak awal perkembangannya pemahaman tentang arsitektur dipengaruhi filsafat tradisional barat, kemudian dalam era modern muncul filsafat-filsafat baru yang cukup deras.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Paham rasionalis&lt;/b&gt; mempengaruhi cara pandang terhadap arsitektur agar dapat terwujud dengan logika. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Paham empiris&lt;/b&gt; merupakan pemikiran yang mengarahkan arsitektur agar dapat terwujud dari keberhasilan kegiatan percobaan. &lt;b&gt;Paham strukturalis&lt;/b&gt; berusaha mencari kembali makna kehadiran arsitektur sebagai sebuah sistem. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Paham pragmatis&lt;/b&gt; menetapkan bahwa arsitektur selayaknya dibuat berdasarkan model. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Paham fenomenologi&lt;/b&gt; memandang pengalaman sebagai aspek penting dalam berarsitektur. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Paham intuitif&lt;/b&gt; melihat pentingnya rasa dari seorang arsitek dalam mewujudkan karya. &lt;br /&gt;Setiap paham memiliki sudut pandang tersendiri dalam menilai dan mewujudkan arsitektur. Paham-pahm tersebut berguna sebagai pegangan dalam menilai karya arsitektur baik dariperwujudannya maupun konsepnya. Perwujudan merupakan aspek teraga (tangibe), sedagkan konsep merupakan aspek yang tidak teraga (intangible).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek tangible dan intangible telah mewarnai perwujudan arsitektur berdasarkan sudut pandang yang digunakan oleh arsitek. Seseorang yang ingin berapresiasi dengan karya arsitek tertentu selayaknya menempatkan diri dalam sudut pandang yang sama dengan arsitektnya. Seorang arsitek yang menghasilkan karya dengan aspek tangible dalam sudut pandang struktural tentu tidak akan dapat diapresiasi oleh seseorang dengan penilaian intangible yang berada dalam sudut pandang eksotisme. Seseorang yang selalu berapresiasi dengan penilaian intangible dalam sudut pandang paradoksial (perlawanan azas) juga tidak akan pernah dapat melakukan apresiasi secara tepat pada karya arsitektur yang menggunakan aspek tangible olah geometri. Demikianlah pentingnya sudut pandang sebagai konteks yang harus dipegang secara bersama antara karya arsitektur dan orang yang berapresiasi dengannya. Setiap orag memiliki pemikiran tersndiri dalam menilai yang dipengaruhi oleh pandangan-pandangan tertentu. Segenap pandangan manusia terjabarkan dalam permasalahan yangmenyakngkut ‘persepsi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi adalah proses memperoleh atau menerima informasi dari lingkungan. Persepsi dari sebuah apresiasi arsitektur tidak hanya terpengaruh indera manusia, namun juga penafsiran pengalamnnya (the interpretation of experience). Ketika seseorang berapresiasi dengan arsitektur, maka secara psikologis terjadi sebuah stimulus (rangsangan). Individu menjadi sadar akan adanya stimuli melalui sel saraf reseptor (indera). Jika sejumlah penginderaan dikoordinasikan dalam pusat saraf yang lebih tinggi (otak) maka manusia bisa mengenali dan berapresiasi dengan sebuah obyek arsitektur. Dalam proses pemikiran yang lebih lanjut individu akan mencari hubungan obyek dengan suatu gejala atau peristiwa. Seseorang yang berapresiasi dengan hasil karya arsitek perlu untuk memiliki persepsi yang sama dari hasil pembelajaran pengalaman-pegalaman manusia. Keselarasan persepsi itulah yang akan menjadi tolok ukur keberhasilan desain arsitektur. Jika persepsi tidak selaras, maka bisa dimungkinkan tujuan desain akan berbeda dengan segala sesuatu yang dialami oleh penguna. Untuk menilai pengalaman perseptual dan berbagai fenomena arsitektur lainnya perlu dilakukan pembelajaran melalui evaluasi karya arsitektur yang telah digunakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-363685784997350332?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/363685784997350332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/12/paham-paham-arsitektur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/363685784997350332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/363685784997350332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/12/paham-paham-arsitektur.html' title='Paham-paham arsitektur'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671712971760123334.post-6142650335914150211</id><published>2009-11-20T04:33:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T04:33:55.165-08:00</updated><title type='text'>tulisan PENGANTAR ARSITEKTUR</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;RESISDENCE 8&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SwaMFik2hDI/AAAAAAAAAD8/nNo2uZRXYYE/s1600/DSC00854.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SwaMFik2hDI/AAAAAAAAAD8/nNo2uZRXYYE/s320/DSC00854.JPG" yr="true" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar di atas adalah merupakan gambar dari gedung apartemen RESISDENCE 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;1.&amp;nbsp; KESEIMBANGAN&amp;nbsp;&amp;nbsp; : ASIMETRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;karena apabila gedung ini dibelah menjadi dua bagian maka, bagian sisi dengan sisi lainya tidak akan sama.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;2.&amp;nbsp; VOCAL POIN&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; kaca putih pada sisi banguan sebelah kanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; karena warnanya berbeda dengan warna dominan bangunan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;3.&amp;nbsp; IRAMA&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;: DINAMIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;4.&amp;nbsp; SKALA&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;: MONUMENTAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;karena bangunan ini merupakan bangunan gedung yang menjulang tinggi sehingga bangunan ini termasuk &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dalam bangunan berskala monumental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;5.&amp;nbsp; UNITY&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : MENYATU DENGAN ALAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; karena warna kaca dalam didnding&amp;nbsp;luar bangunan ini berwarna BIRU dan PUTIH sehingga bangunan ini seperti menyatu dengan langit.&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671712971760123334-6142650335914150211?l=hartoyo-hartoyo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/feeds/6142650335914150211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/11/tulisan-pengantar-arsitektur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/6142650335914150211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671712971760123334/posts/default/6142650335914150211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hartoyo-hartoyo.blogspot.com/2009/11/tulisan-pengantar-arsitektur.html' title='tulisan PENGANTAR ARSITEKTUR'/><author><name>hartoyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01062429590997110102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SzNjEGZK7sI/AAAAAAAAAEE/UGX4k1pOXYI/S220/gundar+univ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l2C4arwaBQU/SwaMFik2hDI/AAAAAAAAAD8/nNo2uZRXYYE/s72-c/DSC00854.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
